Performa Buruk, Wellington Tetap Dibela Teco 

performa-buruk-wellington-tetap-dibela-teco
banner 120x600

IKUTI POLLING BUPATI KARANGASEM

Siapakah Pilihan Anda Untuk Bupati Karangasem Selanjutnya?

SIILAHKAN KLIK PILIHAN ANDA

View Results

Loading ... Loading ...

DENPASAR, Balifactualnews.com – Tampilan pemain atau bek baru Bali United asal Brasil Wellington Carvalho kini mulai menjadi sorotan netizen dan mulai performanya dibandingkan dengan bek sebelumnya William Pacheco yang sudah hengkang. Total 9 gol gawang Serdadu Tridatu kebobolan sejak Wellington menggantikan Pacheco.

Semua gol itu terjadi di tiga pertandingan Bali United pada Liga 1 2022/2023, enam gol diceploskan PSM Makassar dan RANS Nusantara FC serta tiga gol disarangkan Persija Jakarta. Hasil tidak memuaskan itulah yang membuat kecewa warga net sehingga membanjiri komentar di Instagram resmi Bali United usai hasil imbang 4 – 4 tim yang berhome base di Gianyar itu saat melawan RANS Nusantara FC.

Banyak warganet yang membandingkan performa Wellington Carvalho dengan Willian Pacheco. Tidak sedikit juga kritikan yang diberikan untuk Pelatih Bali United Stefano Cugurra. Di satu sisi, suporter rindu dengan Willian Pacheco. Setelah ditinggal Pacheco, gawang Bali United yang dikawal M. Ridho Djazulie dan Nadeo Arga Winata sudah diberondong 9 gol Persija, PSM Makassar, dan RANS Nusantara FC.

Disaat Pacheco diduetkan dengan siapa saja di bek tengah entah itu Haudi Abdillah, Leo Tupamahu atau Jajang Mulyana, Pacheco masih tampil jauh lebih baik. Meski begitu arsitek Bali United Stefano “Teco” Cugurra tetap membela Wellington disaat suporter mengkritik performanya.  Diakui Teco, Wellington masih perlu adaptasi lebih karena baru pertama kali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Maklum selama ini, bek tengah berpaspor Brasil tersebut belum pernah membela klub diluar Brasil.

“Pasti sebagai pemain baru, dia belum pernah main di Indonesia dan belum pernah bermain di luar negara Brasil,” urai Teco, Kamis (26/1/2023).

Selain itu Wellington dinilai masih terkendala dengan bahasa. Bahasa Inggris Wellington masih belum terlalu fasih. “Disamping itu Wellington juga perlu lebih banyak adaptasi dengan sistem kami di belakang dengan marking. Tapi saya pikir Wellington cukup cepat beradaptasi,” papar Teco.

Teco terkesan enggan menyalahkan Wellington atau pemain lainnya atas hasil jeblok tersebut. “Soal kebobolan saya tidak mau salahkan satu pemain. Sebagai satu tim semuanya salah ketika kebobolan,” tandas Teco. (ena/bfn)

Kiprah Wellington saat Bali United menghadapi RANS lalu. (Foto : bfn/ist)