Pj. Bupati I Nyoman Jendrika Pimpin Rapat HLM TPID Kabupaten Klungkung

pj-bupati-i-nyoman-jendrika-pimpin-rapat-hlm-tpid-kabupaten-klungkung
Pj Bupati Jendrika usai rapat HLM TPID Klungkung.
SEMARAPURA, Balifactualnews.com – Semoga kegiatan HLM TPID dapat memfasilitasi dan menjadi wadah koordinasi untuk mendukung penguatan langkah-langkah strategis dalam upaya pengendalian inflasi daerah di Kabupaten Klungkung.
Hal itu diharapkan  Pj. Bupati Klungkung, I Nyoman Jendrika saat memimpin Rapat HLM TPID Kabupaten Klungkung yang dilaksanakan di Aula Gedung PLUT Kabupaten Klungkung Banjar Kacang Dawa Desa Kamasan, Selasa (20/2)lalu.
Pj. Bupati Klungkung I Nyoman Jendrika dalam sambutannya menyampaikan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Klungkung untuk menjaga ketersediaan pangan, stabilitas harga dan kelancaran distribusi komoditas bahan pokok terutama menjelang Hari Raya Besar Keagamaan. Tantangan Tim Pengendalian Inflasi di Kabupaten Klungkung, selain fenomena cuaca dan tekanan harga komoditas Volatile Food, juga tingginya biaya pendistribusian komoditas bahan pangan pokok menuju Kepulauan Nusa Penida yang cenderung memicu terjadinya kenaikan harga dan disparitas harga yang tidak wajar antara Klungkung Daratan dengan Kepulauan Nusa Penida.
“Mari TPID Kabupaten Klungkung saling bahu membahu dalam mengendalikan inflasi yang terdapat di Kabupaten Klungkung,” ujar I Nyoman Jendrika.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bali R. Erwin Soeriadimadja menyampaikan beberapa resiko tekanan Inflasi menjelang  Hari Besar Keagamaan Negara (HBKN) diantaranya rangkaian perayaan hari raya galungan, Kuningan dan Nyepi mendorong kenaikan permintaan komoditas yang berkaitan dengan persembahyangan dan kegiatan saling mengunjungi sanak saudara; Aktivitas perdagangan dan produksi pertanian Bali mulai terbatas pada H-1 hingga H+1 dari hari raya Nyepi sementara permintaan bahan pangan diperkirakan meningkat mulai H-5 sampai dengan H-2; Data historis 2019 – 2022 kenaikan harga menjelang bulan Puasa Ramadhan paling sering terjadi pada komoditas gula pasir, telur ayam ras dan tepung terigu; semakin menurunnya produksi beras dan mundurnya panen raya dari maret ke april 2024 berpotensi menyebabkan berlanjutnya tren kenaikan harga beras hingga akhir maret 2024. R. Erwin Soeriadimadja menambahkan beberapa point rekomendasi yang bersifat jangka pendek dan Jangka Menengah Panjang.
Kepala BPS Kabupaten Klungkung, Ni Putu Minarni merekomendasikan beberapa hal diantaranya agar menjelang hari raya Galungan, Kuningan, dan bulan Ramadhan perlu diperhatikan ketersediaan komoditas cabai rawit, cabai merah, ikan tongkol, daging ayam ras, dan jeruk; perlu diadakan pengecekan ke pedagang, petani maupun industri terhadap beberapa komoditas yang paling banyak dikonsumsi oleh Masyarakat Klungkung; memastikan pasokan komoditas pasca hari raya agar tidak terdapat lonjakan harga yang cukup tinggi karena kelangkaan.
Rapat High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah Kabupaten Klungkung mengadakan rapat dalam rangka Stabilitasi Harga, Menjaga Ketersediaan Pangan Pokok dan Menekan Disparitas Harga menjelang Hari Raya Besar Keagamaan. Rapat dihadiri oleh Ketua Harian TPID Kabupaten Klungkung Anak Agung Gde Lesmana dan anggota Tim TPID Kabupaten Klungkung. (Roni/bfn)
Exit mobile version