Pojok UMKM Secara Digital Dongkrak Promosi Perajin Seni Desa Nagasepaha

pojok-umkm-secara-digital-dongkrak-promosi-perajin-seni-desa-nagasepaha
Pojok UMKM Secara Digital Dongkrak Promosi Perajin Seni Desa Nagasepaha

BULELENG, Balifactualnews.com – Mengenal tentang produk UMKM tak elok rasanya tanpa melirik UMKM Produk Wayang Kaca dari Desa Nagasepeha Buleleng. Bagaimana tidak, Wayang Kaca ini sudah diakui nasional dan mendapat predikat WBTB pada tahun 2020 lalu.

Selain wayang kaca, Desa Nagasepeha juga memeiliki UMKM khas, yaitu perajin saab, tenun, perak dan yang lainnya yang selama ini menjadi potensi desa tersebut dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Perbekel Desa Nagasepeha I Wayan Sumeken saat ditemui disela kegiatan sangat menyambut baik program dari Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Prodi Jurusan Manajemen Ekonomi Jurusan Dharma Duta STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja yang setiap tahun rutin dilaksanakan.

Wayan Sumeken menuturkan bahwa di Desa Nagasepaha memiliki potensi UMKM dan Wisata yang masih tersembunyi dan banyak yang belum terpublikasikan. Melalui kegiatan ini pihaknya berharap mampu meningkatkan mutu dan daya saing produk termasuk potensi desa dikhalayak luas. “Kita tidak boleh berdiam saja melihat kerajinan dan potensi desa yang kita miliki karena kurang promosi. Melalui kegiatan dari STAH Negeri Kuturan ini kita harus bersinergi untuk wujudkan UMKM yang berdaya saing,” tegasnya.

Disisi lain, Ketua Panitia Pelaksana PKM Anak Agung Gede Mahendra Kusuma dipilihnya Desa Nagesepaha tidak terlepas karena banyaknya potensi industri UMKM yang ada di Desa Nagasepaha, untuk itu Program Studi Manajemen Ekonomi STAH Negeri Mpu Kuturan Singaraja memprogramkan suatu wadah untuk para perajin atau pelaku usaha agar dapat mengelola produk usahanya, baik dari segi pemasaran dan administrasinya sehingga bisa lebih profesional agar bisa dikenal di masyarakat umum. “Ibarat mutiara yang masih tenggelam, belum terkenal kepermukaan. Inilah permasalahan yang akan kami gali disini,” tegasnya.

Mahendra Kusuma menjelaskan kegiatan PKM ini merupakan program berkelanjutan serta sudah berjalan selama dua minggu dan hari ini program pojok UMKM Desa Nagasepaha dilounching. Tujuannya tidak lain untuk para perajin yang ada di desa mempunyai wadah untuk menyalurkan hasil kerajinan mereka sehingga bisa lebih dikenal dimasyarakat, harga yang lebih baik serta pemasarannya bisa lebih luas.

Disinggung mengenai tempat dan lokasinya Mahendra Kusuma menjelaskan program Pojok UMKM ini sementara waktu tempatnya masih akan dipersiapkan dan diskemakan oleh pihak desa agar sekiranya bisa memilih tempat yang relevant sehingga nanti bisa dibuatkan mini galeri untuk memajang hasil kerajinan. Sehingga nanti apabila ada pengunjung yang datang ke Desa Nagasepaha dan ingin mengetahui informasi terkait kerajinan maka akan diarahkan ke pojok UMKM karena segala bentuk pemesanan kerajinan akan melalui pojok UMKM dan tidak menutup kemungkinan juga akan diintegrasikan dengan kesenian adat dan destinasi wisata yang ada di Desa Nagasepaha.

Selain itu, pihaknya juga mengaku sudah menyusun program kerja serta struktur organisasi dimana nanti bentuk outputnya akan mengarah pada digitalisasi karena saat ini jaman sudah memasuki era industri 4.0 maka segala bentuk pemasaran dan transaksinya juga akan dipasarkan melalui media sosial dan akun e-commerce.

Penjualan produk UMKM yang ada di desa secara konvensional akan diarahkan ke media plafon e-commerce dan secara bertahap akan menuntun generasi mudanya untuk bisa membuat konten kreator, membangkitkan mental kewirausahaannya serta melatih untuk membuat foto produknya semenarik mungkin sehingga nantinya bisa di jual di maketplace. “Untuk itu kita harapkan semua bentuk kegiatan bisnis di desa sudah terdigitalisasi salah satunya di media sosial Facebook, Instagram, tiktok dan media e-commerce yang sangat relevan saat ini,” Sambungnya.

Terakhir, pihaknya mengajak seluruh generasi muda untuk turut melestarikan budaya dan kekayaan yang dimiliki oleh setiap desa. (tya/bfn)

Exit mobile version