Program Santunan Kematian bagi Warga Klungkung Terancam Mandeg

banner 120x600

Sekda Klungkung Putu Gde Winastra


KLUNGKUNG, Balifactualnews.com – Habisnya anggaran membuat Progam santunan kematian dihentikan sementara. Anggaran terkait ini pun, akan dibahas pada anggran perubahan mendatang.

Kabid Pelayanan Catatan Disdukcapil Klungkung, I Komang Adi Sujaya menjelaskan, per April 2020, anggaran untuk santunan kematian kian menipis, sampai akhirnga anggaran tersebut akhirnya habis per 29 April 2020.

“Awalnya dianggarkan Rp500 juta, untuk 500 warga. Santunan kematian ini diberikan Rp1 juta ke pihak keluarga yang meninggal,” ungkap Komang Adi Sujaya, didampingi Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk Pande Made Anggarnata, dan Kasi Perubahan Status Anak, Kewarganegaraan dan Kematian I Made Widanta Dwi Putra, Rabu 19 Mei 2021.

Sebelum habis, Dukcapil  sudah melapor ke sekda dan bupati terkait. Jawabanya masih menunggu ketersediaan anggaran.

“Rata-rata di Klungkung, ada 150 warga ber bulan yang mengurus akta kematian. Kami juga sudah berkoordinasi ke desa, agar mereka mereka menginformasikan ke warganya jika untuk sementara santunan kematian dihentikan,” jelasnya.

Meskipun anggaran kematian habis, namun pelayanan Pitra Bakti (pelayanan terintegrasi untuk penerbitan akta kematian) tetap berlanjut dan dilayani.

Sementara Sekda Klungkung Gede Putu Winastra saat dikonfirmasi lewat Telepon celuler  terkait hal ini menjelaskan, terkait anggaran santunan kematian kedepan, pihaknya akan membahasnya dengan legislatif.

“Nanti kami bahas (anggarannya) bersama DPR di ABPD perubahan. Nanti berapa nilainya, tergantung usulan dinas,” Ujar Sekda Putu Gde Winastra yang masih berada di Labuhan Bajo.(ana/ger/bfn)