KARANGASEM, Balifactualnews.com – Bunga Kasna jangan hanya harum saat Galungan dan Kuningan. Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mendorong komoditas khas Desa Temukus, Kabupaten Karangasem, tersebut dikembangkan dari hulu hingga hilir agar mampu menjadi sumber kesejahteraan baru bagi masyarakat.
Pesan itu disampaikan Putri Koster saat menghadiri Pasar Rakyat PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi” di Karangasem, Jumat (4/9). Ia menilai Bunga Kasna memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki banyak bunga lainnya karena dapat bertahan lama dan tidak mudah membusuk.
Menurut Putri, selama ini pemanfaatan Bunga Kasna masih sangat terbatas. Permintaan biasanya melonjak hanya pada momentum hari raya Galungan dan Kuningan. Kondisi tersebut membuat potensi ekonomi Bunga Kasna belum tergarap secara maksimal.
“Bunga Kasna ini khas Karangasem, ada di Desa Temukus. Ini menjadi sarana banten dan keistimewaannya bunga ini tidak membusuk. Niat saya bagaimana Bunga Kasna ini dibumikan sehingga bisa mensejahterakan masyarakat Temukus,” ujar Putri Koster.
Ia bahkan mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk membangun pola kerja sama yang lebih serius, termasuk melalui MoU dengan desa adat, sehingga pengembangan Bunga Kasna tidak berhenti pada produksi dan penjualan bunga segar.
“Sayang sekali bunga ini hanya laku saat Galungan dan Kuningan. Mari kita buat kerja sama, termasuk dengan adat. Temukus jangan sampai hidup segan mati tak mau. Mari kita buat kaya Temukus dengan mengolah Bunga Kasna dari hulu sampai hilir,” tegasnya.
Putri Koster mendorong agar Bunga Kasna diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya bergantung pada penjualan bunga saat hari raya, tetapi memiliki sumber pendapatan sepanjang tahun.
Ia juga mengusulkan agar penggunaan Bunga Kasna diperluas dalam aktivitas bebantenan masyarakat Bali.
“Kalau bisa, setiap bebantenan, setiap canang, wajib diisi Bunga Kasna. Dengan begitu pasarnya ada, petaninya hidup, masyarakat Temukus sejahtera. Kita jangan hanya menjual bunganya, tetapi olah dari hulu sampai hilir,” kata Putri.
Gagasan tersebut menjadi dorongan agar Bunga Kasna tidak sekadar dipandang sebagai pelengkap upacara, tetapi sebagai komoditas ekonomi khas Karangasem yang memiliki identitas, pasar dan nilai tambah.
“Jika dikelola secara terintegrasi dengan melibatkan petani, desa adat, pelaku UMKM, TP PKK dan pemerintah, Bunga Kasna berpotensi menjadi ikon ekonomi baru Desa Temukus sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakatnya,” tandasnya. (tio/bfn)













