Satu Abad Bali Era Baru: Gubernur Wayan Koster Rancang  Haluan Pembangunan Bali Masa Depan

satu-abad-bali-era-baru-gubernur-wayan-koster-rancang-haluan-pembangunan-bali-masa-depan
Gubernur Bali Wayan Koster
banner 120x600

DENPASAR Balifactualnews.com—Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, Pulau Bali (Dewata) dianugerahi kekayaan, keunikan, keunggulan, dan keindahan alam, manusia, dan kebudayaan sejak berabad-abad.  Kekayaan yang dimiliki Bali itu tetap eksis dan survive menjadi sumber kehidupan dan penghidupan masyarakat sampai saat ini.

Bali, kata Wayan Koster, dianugerahi warisan adiluhung, yaitu  desa adat, subak, tradisi, seni-budaya, dan kearifan lokal yang harus dilestarikan, dikembangkan, dan dimajukan, serta diwariskan untuk generasi masa depan sepanjang zaman.

Adanya konflik kepentingan dan persaingan yang tidak sehat dinilai Gubernur Koster berpotensi mengancam eksistensi, keberlanjutan, kesucian, kelestarian, dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.  Terhadap hal ini, masa depan Bali tidak boleh dilepas, bergerak tanpa arah. Sejak lama, Bali tidak memiliki haluan untuk menyelenggarakan pembangunan secara fundamental, komprehensif, dan berkelanjutan, berdimensi jangka panjang, minimum 100 tahun (satu abad).

Sebagai Gubernur Bali, Wayan Koster menegaskan bahwa dirinya memiliki tanggung jawab besar secara niskala-sakala, yang mewujud dalam keharusan bertindak untuk menyusun “Konsep Bali Masa Depan” sebagai haluan pembangunan Bali dengan arah dan strategi yang jelas, terukur, dan berdimensi jangka panjang sampai 100 tahun ke depan, demi kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali, untuk kemuliaan generasi Bali masa depan sepanjang zaman.

Materi Haluan Pembangunan Bali Masa Depan,  Satu Abad Bali Era Baru, terdiri atas 4 bagian: Bali Tempo Dulu, Bali Masa Kini, Permasalahan dan Tantangan, dan Bali Masa Depan.

Penyusunan materi diarahkan dan dipimpin langsung oleh Gubernur Koster didampingi rohaniawan, akademisi, pakar, dan praktisi berbagai disiplin ilmu: sejarah, antropologi, sosiologi, psikologi, adat, seni-budaya, arsitektur, pendidikan, kesehatan, pertanian, pariwisata, lingkungan, ekonomi, energi, perindustrian, infrastruktur, dan tata ruang.

Guna mematangkan materi, telah dilaksanakan 2 kali diskusi yang melibatkan banyak peserta dari berbagai komponen masyarakat Bali, pada 25 April 2023 di Gedung Gajah, Jaya Sabha, dan 29 April 2023 di Wiyata Graha, Kawasan Suci Pura Agung Besakih, yang dihadiri oleh lebih dari 150 peserta.

Selanjutnya dilaksanakan Seminar Nasional, 5 Mei 2023 di Hotel Trans Resort Bali yang akan dihadiri lebih dari 300 peserta dari berbagai disiplin ilmu dan komponen masyarakat. Seminar ini         akan      dibuka oleh        Presiden              V            Republik Indonesia, Prof. Dr. (HC), Hj. Megawati Soekarnoputri, serta dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Kepala BRIN RI, dan Pejabat Eselon I Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan.

Gubernur Koster akan memaparkan konsep Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru, guna mendapatkan masukan dari para peserta seminar.

“Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125, disusun dengan niat baik, tulus, dan lurus, serta tekad kuat untuk memuliakan unteng alam, manusia, dan kebudayaan Bali yang didedikasikan untuk generasi mendatang,” pungkas Gubernur Koster. (tio/bfn)