Sebelum Gantung Diri, Lulus Tinggalkan Sepucuk Surat untuk Wanita Tercinta

sebelum-gantung-diri-lulus-tinggalkan-sepucuk-surat-untuk-wanita-tercinta
Sepucuk surat ditingkalkan Wayan Lulus sebelum gantung diri kepada istri tercinta
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Keluarga Ni Wayan Lulus (42) warga asal Banjar Tegenan, Desa Menanga, Kecamatan Rendang, mengalami kepiluan yang berkepanjangan. Baru saja di rumahnya ada keluarganya yang meninggal, kini giliran sang suami I Wayan Lulus (53) mengalami nasib yang sama.

Hanya saja, kematian sang suami sangat tidak wajar, yakni melakukan perbuatan ulah pati dengan gantung diri di pohon manggis yang tumbuh di tegalan miliknya, Rabu (8/3/2023).

Tapi yang membuat NI Lulus semakin pilu, karena suaminya meninggalkan sepucuk surat yang cukup menyentuh hati. “Men Wayan mati melaang ajak panake. Wayan med naanang sakit. Wayan hidup mase sing ngidang megae ngudiang. Men Wayan mati adep darane (burung merpati), men sing ngidang ngarit adep sampine,” (Kalau Wayan mati, bagusin ajak anak-anak. Mayan sudah busan sakit. Wayan hidup toh tidak bisa ngapa-ngapain, Kalau Wayan mati jual burung merpatinya, kalau tidak bisa nyabit rumput jual sapinya)

Surat bertuliskan tinta hitam yang ditinggalkan I Wayan Lulus itu ditemukan di kamar tidur korban. Saat Ni Wayan Lulus membaca surat tersebut sontak dia sesenggukan dan menjerit histeris.

Adalah anak korban, I Gede Tangkas Wiguna (33) yang pertama kali melihat kejadian itu. Ceritanya pagi sekitar pukul 09.00 Wita, saksi hendak ke ladang (tegalan/sawah kering) mencari ayahnya karena lama tak pulang ke rumah dari mencari rumput untuk pakan sapinya.

“Bapak pergi menyabit rumput ke tegalan sekitar pukul 08.00 Wita. Sedangkan ibu saya bersama keluarga lainnya pergi ke paranormal (mepluasang) karena di rumah baru saja ada orang meninggal,” ucap Tangkas Wiguna kepada petugas Polsek Rendang saat melakukan olah TKP.

Berangkat dari rumah menuju ladang, saksi tak memiliki firasat apa-apa, tapi saat menginjakan kaki di tegalan milik orang tuanya, saksi sontak kaget melihat orang tuanya sudah tergantung pada ranting pohon manggis.
Sambil menjerit dia minta tolong pada tetangga terdekat. Selanjutnya dia menghubungi ibu kandungnya sedang ikut meluasang untuk menyampaikan kabar duka yang menimpa orang bapaknya.

Kapolsek Rendang Kompol Made Punia, seizin Kapolres Karangasem, AKBP Ricko AA Taruna, membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan, hasil visum luar tim medis Puskesmasa Rendang, kematian korban murni karena gantung diri dengan ciri-ciri ada bekas jeratan di leher, dari dari dubur mengeluarkan kotoran maupun hidung mengeluarkan ingus.

“Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Kecuali bekas jeratan tali di leher, pada badan korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat perlakuan orang lain. Keluarga korban sudah mengikhlaskan kepergian korban dan menolak untuk dilakukan otopsi,” pungkas Kompol Made Punia. (tio/bfn)