Selamat Jalan Eri, Sosok Ramah yang Tak Pernah Absen untuk Desa

selamat-jalan-eri-sosok-ramah-yang-tak-pernah-absen-untuk-desa
I Gede Eri Setiawan semasa hidup

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Duka mendalam menyelimuti Desa Adat Tianyar, Kecamatan Kubu. Kepergian I Gede Eri Setiawan tak hanya meninggalkan luka bagi keluarga, tetapi juga bagi warga yang mengenalnya sebagai sosok sederhana, ramah, dan selalu hadir untuk desa.

Di mata masyarakat, Eri bukan sekadar warga biasa. Meski bekerja di Denpasar, hatinya tetap tertambat di kampung halaman. Setiap ada kegiatan adat maupun sosial, ia hampir tak pernah absen.

Bendesa Adat Tianyar, I Gede Suarma, Swlaaa (24/3), mengenang Eri sebagai pribadi yang tulus ngayah sejak muda. Bahkan saat masih remaja, ia sudah aktif sebagai Wakil Ketua Yowana (Sekaa Teruna-Teruni) di desanya.

“Dia selalu hadir kalau ada kegiatan. Orangnya ramah dan sangat sopan, selalu menyapa siapa saja,” kenangnya.
Di balik penampilannya yang bertato, Eri dikenal sangat menghormati para tetua. Sikapnya yang santun membuatnya disegani sekaligus dicintai oleh warga.

Kini, kepergiannya terasa begitu berat, terlebih ia meninggalkan seorang anak yang masih bayi. Bahkan, belum lama ini sang buah hati baru saja menjalani upacara tiga bulanan.

Rencananya, keluarga akan melaksanakan upacara pengabenan dalam waktu dekat, meski jadwal pastinya masih menunggu kesepakatan keluarga.

Diketahui, Eri meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di Jalan Raya Rendang–Kubu, tepatnya di Banjar Temakung, Desa Ban, Minggu (22/3) sore. Kendaraan yang dikemudikannya terjun ke jurang sedalam sekitar 100 meter, mengakibatkan luka parah yang merenggut nyawanya.

Kepergian Eri menjadi kehilangan besar—bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi desa yang selama ini merasakan kehadiran dan ketulusannya. (tio/bfn)