Sidang Perdana, Mantan Bupati Tabanan Didakwa Pasal Penyuapan

banner 120x600

Mantan Bupati Tabanan Eka Wiryastuti jalani sidang perdana kasus suap tangkap tangan KPK


DENPASAR, Balifactulanews.com—Pengadilan Tipikor Denpasar mulai menyidangkan terdakwa mantan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti (46), dalam perkara korupsi Dana Insentif Daerah) Tabanan tahun 2018, Selasa (14/6/2022).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Luki Dwi Nugroho, dalam dakwaan yang dibacakan dihadapan majelis hakim Tipikor dengan Ketua I Nyoman Wiguna SH. MH, mendakwa mantan Bupati Tabanan dua periode itu dengan pasal penyuapan.

Baca Juga : Begini Kronologis Kasus Suap DID Tabanan yang Menyandung Mantan Bupati Eka Wiryastuti

Perbuatan penyuapan itu, kata Luki Dwi Nugroho dilakukan terhadap dua pejaban Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu) terkait pengurusan DPD tahun 2018 tersebut.

Adalah Yaya Purnomo dan Rafi Surya yang disuap Eka dalam pencairan dana DID Tabanan 2018 itu. Kedua pejabat Kemenkeu itu, masing-masing menjabat sebagai Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan Pemukinan, dan Kepala Seksi Dana Alukasi Khusus Fisik II.

Atas perbuatannya itu, JPU KPK menjerat putri dari Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama dengan Pasal 5 Ayat (1) Huruf b, atau Pasal 13 UU RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

“Terdakwa ikut serta melakukan perbuatan suap atau memberi hadiah uang yang jumlah keseluruhannya mencapai Rp 600 juta dan USD 55.300 kepada pegawai negeri,” ucap Luki dalam dakwaan yang dibacakan dipersidangan. (tio/bfn)