Sistem BPJS Eror, Pelayanan di RSUD Karangasem Ngadat

sistem-bpjs-eror-pelayanan-di-rsud-karangasem-ngadat
Salah seroang pasien RSUD Karangasem menunggu jemputan pulang
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Pekan pertama di bulan Oktober, pelayanan di RSUD Karangasem ngadat.  Kroditnya pelayanan pada rumah sakit plat merah itu, bukan karena ketidaksiapan  manejemen dalam memberikan pelayanan, tapi disebabkan eronya sistem klaim BPJS dari Pusat, sejak Senin (3/10/2022)

Direktur RSUD Karangasem dr Gede Yuliasena, melalui Kepala Instalasi Humas, Ni Ketut Sukaniti,  membenarkan hal itu. Dia mengatakan,  sistem BPJS  eror sejak pagi dan  saat ini masih dilakukan perbaikan  oleh tim IT BPJS Pusat.

“Sistem BPJS yang eror sempat membuat pelayanan menjadi tersendat. Klaim BPJS terpaksa kami lakukan secara manual. Memang cukup merepotkan, tapi astungkara semuanya berjalan lancar,” terang dr Gede Yuliasena.

Yuliasena mengaku belum bisa memastikan sistem BPJS  yang masih eror itu bisa beroperasi optimal. Kendati demikian,  selama sistem berbasis online  itu belum bisa di fungsikan,  klaim BPJS untuk pasien yang menjalani perawatan ke RSUD Karangasem akan  dilayani secara manual.

“Kami berharap  perbaikan sistem BPJS  dilakukan dengan cepat, sehingga  pelayanan  terhadap klaim BPJS masyarakat juga  krodit seperti sekarang.  Selain di rumah sakit, pelayanan di Puskesmas juga terdampak atas erornya sistem BPJS tersebut ,” kata dr Gede Yulasena, seraya menambahkan,  sistem BPJS yang eror tidak hanya terjadi di Karangasem, tapi  terjadi di seluruh Indonesia.

Sementara itu, pantauan dilapangan menyebutkan, palayanan pasien BPJS yang menjalani perawatan di RSUD Karangasem, terlihat berjubel hingga siang hari.  Kroditnya pelayanan akibat sistem BPJS yang eror, beberapa pasien terlihat memilih pulang  karena tidak kuat menunggu terlalu lama.

“Ya, saya tidak kuat menunggu terlalu lama, saya pulang dan besok kembali berobat ke sini. Informasinya BPJS lagi mengalami gangguan,” kata Made Darma salah seorang pasien yang mengaku sudah empat jam menunggu di salah satu poli untuk mendapatkan pelayanan. (tio/bfn)