SMK N 3 Singaraja Menjadi Salah Satu Penerima Bantuan Pendidikan Revitalisasi Sekolah dari Mendikdasmen

smk-n-3-singaraja-menjadi-salah-satu-penerima-bantuan-pendidikan-revitalisasi-sekolah-dari-mendikdasmen
Peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-kabupaten Buleleng yang di selenggarakan di SMK N 3 Singaraja, pada Jum'at (13/2/2026), Mendikdasmen Abdul Mu'ti

BULELENG, Balifactualnews.com – Kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) ke Kabupaten Buleleng membawa kabar baik bagi dunia pendidikan. Pemerintah pusat memberikan bantuan pendidikan melalui program revitalisasi sekolah yang menyasar satuan pendidikan menengah dan taman kanak-kanak. SMK N 3 Singaraja merupakan salah satu sekolah yang menerima program revitalisasi sekolah. Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pembelajaran sekaligus membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi peserta didik.

Dalam acara peresmian revitalisasi satuan pendidikan se-kabupaten Buleleng yang di selenggarakan di SMK N 3 Singaraja, pada Jum’at (13/2/2026), Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan sarana prasarana merupakan bagian penting dalam mendukung proses belajar, namun kualitas internal pendidikan juga harus diperkuat. Ia menyampaikan empat fokus peningkatan mutu pendidikan, yakni pembelajaran mendalam, peningkatan kompetensi guru, penguatan bimbingan konseling, serta peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris.

“Pembangunan sarpras adalah bagian eksterior yang berperan penting dalam proses pembelajaran, tapi yang tak kalah penting adalah interior. Ada empat yang dikembangkan untuk memperbaiki mutu pendidikan,” ujarnya.

Menteri Abdul Mu’ti juga mengatakan, bahwa revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan merupakan bagian dari pelaksanaan Asta Cita Presiden, khususnya dalam upaya membangun SDM yang unggul, berkualitas, dan berdaya saing. “Semoga tahun 2026 ini lebih banyak lagi satuan pendidikan yang dapat kita perbaiki,” ujarnya.

Di Kabupaten Buleleng, revitalisasi menyasar 64 satuan pendidikan, yang terdiri dari 8 TK, 37 SD, 14 SMP, 4 SMA, dan 1 SMK. Peresmian dilakukan secara simbolis pada lima sekolah yang mewakili setiap jenjang pendidikan.

Selain peningkatan infrastruktur, pemerintah juga akan menempatkan peningkatan kompetensi guru sebagai kunci utama peningkatan mutu pendidikan. Berbagai program terus digalakkan, antara lain penerapan pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan berbasis e-learning, peningkatan kualifikasi melalui Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), kebijakan fleksibilitas beban kerja, serta program satu hari belajar bagi guru melalui forum Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Sekretaris Daerah Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa, menegaskan bahwa revitalisasi bukan hanya pembangunan fisik semata, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pembelajaran. “Gedung yang megah hanyalah cangkang. Yang lebih penting adalah ruang belajar yang layak, aman, nyaman, dan berkarakter sehingga mampu menumbuhkan semangat belajar siswa,” jelasnya.

Kunjungan Menteri ke Buleleng menjadi momentum penting untuk memastikan program revitalisasi berjalan optimal dan memberikan dampak nyata. Revitalisasi diharapkan mampu menghadirkan ruang belajar yang lebih humanis, mendorong kreativitas, serta memperkuat pembentukan karakter sesuai profil pelajar Indonesia.

Sementara itu, Kepala SMKN 3 Singaraja, Nyoman Nilon, mengatakan bahwa bantuan revitalisasi yang didapat SMK N 3 Singaraja ada tiga bentuk, yaitu 6 ruang kelas baru, 1 ruang praktek siswa tehnik sepeda motor dan 30 pintu toilet. Ia juga menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah melalui bantuan revitalisasi yang nilainya mencapai lebih dari Rp. 90 miliar tersebut. “Bantuan revitalisasi ini akan kami manfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan fasilitas pendidikan akan mendorong proses belajar mengajar yang lebih efektif dan inovatif, sehingga mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing. “Kedepannya kami berharap SMK N 3 Singaraja bisa mendapatkan kembali bantuan, berupa rehab, karena SMK N 3 bangunannya bangunan tua, jadi kami bukan minta gedung baru tetapi rehab dan juga kami perlu bantuan komputer, kami adalah sekolah tehnik tetapi komputer yang kami miliki sudah jadul-jadul, jadi kami berharap kami bisa mendapat bantuan rehab dan komputer. Dengan peningkatan fasilitas ini kami dapat menghasilkan lulusan yang berkompeten dan berdaya saing,” pungkasnya.

Sebelum kegiatan peresmian, Menteri Abdul Mu’ti juga mengikuti rangkaian kegiatan Pagi Ceria di Taman Kota Singaraja yang diikuti 620 siswa TK, SD, dan SMP. Kegiatan tersebut diisi dengan Senam Anak Indonesia Hebat dan menyanyikan lagu Rukun Sama Teman, serta dilanjutkan dengan peninjauan ke TK Aisyiyah Bustanul Athfal. (tya/bfn)

Exit mobile version