Tak Puas Juara Umum, KONI Badung Segera Evaluasi Cabor

Para pengurus KONI Badung kerja keras dan gerak cepat segera evaluasi cabor gagal raih emas. (foto : bfn/ist)
banner 120x600

BADUNG, Balifactualnews.com – Meski telah menyabet predikat sebagai juara umum pada Porprov XV/ 2022 nampaknya KONI Badung menyatakan masih belum puas. Buktinya induk organisasi olahraga di kabupaten berjuluk Keris itu segera melakukan evaluasi terhadap beberapa cabang olahraga (cabor) dibawahnya.

Ketua Umum KONI Badung , Made Nariana, mengutarakan,  kendati sukses mempertahankan gelar juara umum 9 kali berturut-turut , namun pihaknya akan terus  berupata meningkatkan kualitas atlet maupun cabang olahraga yang ada.  Terhadap hal ini Nariana menegaskan akan segera melakukan evaluasi.

“Rencananya kami melakukan evaluasi itu karena ada cabor yang sesuai target. Ada cabor melampaui pencapaian target medali emas namun ada juga yang meleset jauh,  bahkan ada cabor yang sama sekali tidak mendapat medali emas,” kata Nariana merinci di Badung, Selasa (29/11/2022).

Diakui mantan Ketua Umum KONI Bali itu ada sejumlah cabor/nomor tanpa medali emas sesuai yang dijanjikan pengurusnya. Yaitu Angkat berat, tenis meja, woodball, rugby, beach soccer, basket 3×3, dan bola voli putra.
“Harusnya dari cabor-cabor tersebut memiliki prestasi emas, tapi entah bagaimana kondisi di lapangan cabor itu justeru minus emas. Kalau saya saya paham sebab namanya olahraga pasti ada menang dan kalah,” imbuh Nariana.

Tak hanya itu lanjutnya, ada sejumlah cabor di bawah KONI Badung dimana dalam Porprov Bali tahun 2019 di Tabanan mampu keluar sebagai juara umum, di Porprov Bali 2022 ini justeru melorot tajam dengan medali minim sekali.

Berdasarkan kajian tim KONI Badung,  kata Nariana, ada sejumlah penyebab mengapa mereka belum maksimal. Pertama, karena baik yang turun prestasinya atau tanpa emas, atletnya tidak ada peremajaan. Itu-itu saja dari dulu. Kedua, pelatih kurang kompak dan tidak ada inovasi baru, apalagi ada di satu cabor pelatihnya terbelah. Ada pelatih yang tidak dimasukkan sebagai pelatih dalam kontingen.

“Ketiga. pengurus cabor kurang solid sehingga tidak ada kebersamaan dan kekompakan dalam menghadapi kejuaraan. Paling tidak faktor tersebut mempengaruhi keberhasilan prestasi cabang olahraga dalam event bergengsi Porprov Bali kali ini,” urai Nariana.

“Kalau bisa diadakan konsolidasi menyeluruh. Paling tidak ada regenerasi atlet agar jangan itu-itu saja. Jika perlu adakan penyegaran pelatih dan pengurus, sehingga lebih kompak bekerja. Contoh di sepakbola, begitu team kalah, pelatih kan diganti. Perhatian Bupati dan Pemkab Badung kepada olahraga cukup tinggi. Jangan diabaikan dengan cara kerja begitu-begitu saja,” imbuhnya. (ena/bfn)