Tatoan, Beli Sabu 0,10 Gram, Jhoni Digiring ke Pengadilan

banner 120x600
Ketut Agus Ambara Yasa alias Jhoni usai mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Denpasar.

 

 

DENPASAR — Jaksa Penuntut Umum Kejari Denpasar, I Putu Eri Setiawan SH, menggiring Ketut Agus Ambara Yasa alias Jhoni (33) ke Pengadilan Negeri Denpasar, Kamis (14/3/2019), atas kasus kasus kepemilikan 0.10 gram sabu.

Dalam surat dakwaan yang dibacakan di depan majelis hakim yang diketuai IGN Putra Atmaja, SH. MH, pria yang tinggal di Gelogor Carik 110 Pemogan Denpasar Selatan, ini dinayatakan bersalah menyimpan narkotika jenis sabu-sabu, sesuai diatur dalam Pasal 112 dan 114 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya maksimal 12 tahun pejara dan minimal dan paling singkat 4 tahun pidana penjara.

Agus Ambara, kata JPU diamankan 1 Desember lalu, saat itu terdakwa usai mengambil tempelan sabu. Petugas yang mendapat informasi itu, langsung menggrebek tempat tinggal dari terdakwa di Pemogan. Dalam pemeriksaan, ditemukan 1 klip plastik berisi 0.10 gram kristal bening di duga narkotika jenis sabu yang ditemukan di dalam dompet kulit warna hitam.

“Terdakwa mengaku barang bukti sabu seberat 0.10 gram sabu dibeli melalui seseorang yang tak dikenal dan mengambil lewat tempelan yang diinformasikan,” jelas Jaksa.

Diakui terdakwa bahwa sabu sebanyak 1 klip itu diambilnya di pinggir jalan dekat bengkel Bali Jaya Baypass Sanur. Dirinya mengaku mengkonsumsi narkoba untuk lebih fokus dalam bekerja sebagai tukang tato. (ibu/tio)