Terima Penglingsir Ki Pasek Badeg, Gus Par Titip Pesan Rawat Pura dan Jaga Sejarah

terima-penglingsir-ki-pasek-badeg-gus-par-titip-pesan-rawat-pura-dan-jaga-sejarah
Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) menerima penglingsir dan panitia Karya Agung Pasemetonan Ki Pasek Badeg di Kantor Bupati Karangasem, Senin (12/10). Gus Par mengapresiasi komitmen pasemetonan melestarikan pura kawitan dan naskah kuno sebagai warisan sejarah leluhur.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pesan kuat disampaikan Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par) saat menerima panitia Karya Agung Pasemetonan Ki Pasek Badeg di Kantor Bupati Karangasem, Senin (12/10). Ia mengapresiasi upaya pasemetonan merawat pura kawitan sekaligus menjaga warisan sejarah leluhur.

Menurut Gus Par, Karangasem memiliki kekayaan sastra dan tradisi yang harus terus dilestarikan. Warisan leluhur, kata dia, bukan hanya peninggalan masa lalu, tetapi bagian dari identitas yang harus diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Karangasem merupakan gudangnya sastra yang harus dijaga kelestariannya. Saya mengapresiasi seluruh Pasemetonan Ki Pasek Badeg yang memiliki kesadaran untuk menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” ujarnya.

Gus Par juga menyatakan dukungan terhadap Karya Agung Ki Pasek Badeg yang puncaknya digelar Sabtu (31/10). Ia berpesan agar seluruh pasemetonan tetap kompak. “Jaga kekompakan, paiketan atau pasemetonan,” tegasnya.

Ketua Panitia Karya, I Nyoman Sidia, mengatakan karya agung tersebut memiliki makna khusus karena berdasarkan penelusuran para penglingsir, upacara dengan tingkatan besar seperti ini diperkirakan belum pernah digelar selama sekitar lima generasi.

“Ini bukan sekadar karya. Kami ingin menguatkan kembali hubungan dengan leluhur sekaligus memastikan warisan yang masih ada hari ini tetap terjaga dan bisa dikenal generasi berikutnya,” ujar Sidia.

Menurutnya, perawatan Pura Kawitan Ki Pasek Badeg telah dilakukan secara swadaya selama sekitar 15 tahun. Pasemetonan secara bertahap memperbaiki bangunan pura yang mengalami kerusakan akibat usia dan dampak erupsi Gunung Agung 1963.

Selain fisik pura, pelestarian juga menyasar naskah kuno. Lontar Kandan Pasek yang memuat informasi mengenai keberadaan Ki Pasek Badeg diselamatkan melalui kerja sama dengan Universitas Udayana, termasuk proses perawatan, alih aksara, dan alih bahasa hingga diterbitkan menjadi buku.

Karya Agung tersebut meliputi Numbung Pedagingan, Ngenteg Linggih, Mepedudusan Agung, Manawa Ratna dan Balik Sumpah dengan tingkatan Madianing Utama. (tio/bfn)