Tiga Emas Milik Indonesia di Catur Kilat AYCC

tiga-emas-milik-indonesia-di-catur-kilat-aycc
Akhirnya pecatur Indonesia (tengah) saat meraih medali Emas di AYCC. Foto: bfn/ist
banner 120x600

BADUNG, Balifactualnews.com – Tuan rumah Indonesia akhirnya berhasil meraih 3 medali emas pada hari terakhir Jumat (21/10/2022) di nomor Catur Kilat pada Kejuaraan Catur Asian Youth Chess Championship (AYCC) 2022, yang digelar di Hotel Grand Inna, Kuta.. Tiga medali emas tersebut dipersembahkan Laysa Latifah di nomor putri G16 (Individual) dan G16 Blitz Team atas nama Laysa, Adeeba dan Salwa Nadia Maharani. 1 nomor lain diraih pada nomor U16 Team yang direbut oleh pasukan catur Timnas dari Arfan Bagus Aditya dan teman-temannya Nayaka Budidharma dan Reynard Kristopher.

Laysa sukses meraih medali duo emas setelah mampu melewati para pecatur asing seperti Mongolia, Kazakhstan dan 2 babak terakhir melangkahi 2 pecatur tangguh Vietnam. Laysa saling berbantu dengan pecatur Jatim asal kota Kediri Adeeba yang dendam menggilas lawan-lawan berat dari Kazakhstan, India dan tentu saja Vietnam, sehingga sukses meraih medali perak Individual G16. Hal ini didukung pecatur Surabaya Jatim Salwa Maharani. Ketiganya diganjar medali emas Tim G16.

Baca Juga : Bersih dari Pebulutangkis Abal-Abal di Porprov Bali

Skuad khusus catur dari Timnas Indonesia mampu merajalela di nomor catur kilat U16 yang diperkuat Adit (Arfan Bagus Aditya), Nayaka, Aden (Karunia Bagus), Reynard, Fabian (dari Bali) mampu menorobos kekuatan besar Vietnam yang tangguh. Adit, Nayaka, dkk… bahu membahu menopang teman-temannya agar naik ke podium atas. Usaha mereka akhirnya diganjar medali emas Tim U16 Catur Blitz. Namun demikian, pasukan khusus ini rupanya masih kesulitan menahan laju pecatur Vietnam yang sakti Vo Pham Thien Phuc elo rating 2171 yang akhirnya lolos meraih medali emas U16 catur Blitz Individual. Sedang perak diraih oleh pecatur andalan Kazakhstan Malygin Vladislav yang meraih perak individual.

Sayangnya beberapa peluang medali emas lepas di kelompok U18 Open ketika pecatur pelatnas Zacky Diaulhaq di babak terakhir gagal menahan gempuran pecatur Mongolia Itgelt. (ena/bfn)