KARANGASEM, Balifactualnews.com—Ketulusan dan kerja keras Gubernur Wayan Koster membangun Bali dari hulu hinga ke hilir sejak empat tahun terakhir, tak hanya mendapat apresiasi baik dari masyarakat. Apresiasi serupa juga datang dari Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika.
Menurut Suastika, selama empat tahun memimpin Bali, Wayan Koter bersama Wakil Gubernur Tjokorda Oka Ardana Sukawati (Cok Ace) dinilai sudah berhasil membawa Bali Era Baru. Ini terlihat dari progress pembangunan infrastruktur yang berjalan merata di seluruh Bali.
Hadirnya Jalan Tol Jagat Kerthi yang sudah di ground breaking Menteri PUPR, Basuki Mulijono, pada 10 September 2022 dan Shortcut, juga dinilai menjadi sejarah baru terhadap pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Dewata.
“Pembangunan jalan Tol Jagat Kerthi Bali, merupakan kebijakan pembangunan infrastruktur jalan berkonsep pemerataan wilayah. Sebelumnya memang sudah ada jalan Tol Bali Mandara di Nusa Dua, tapi pembangunan jalan Tol Jagat Kerthi Bali cakupannya jauh lebih luas, karena menjadi jalur cepat Jembrana-Denpasar. Kedepan Jalan Tol Jagat Kerthi akan menjadi catatan sejarah bagi masyarakat Bali,” kata Suastika saat dikonfirmasi berkaitan empat tahun kepemimpinan Wayan Koster, Kamis (29/9/2022)
Suastika mengatakan, capaian pembangunan infrastruktur berskala besar yang dibangun di Bali dalam empat tahun terkahir, tidak terlepas dari ketulusan dan kerja keras Gubernur Wayan Koster dalam memipin Bali. Berkat ketulusannya itu, Pemerintah Pusat tidak melakukan pemangkasan anggaran terhadap pembangunan yang dibiayai APBN di Bali, kendati proyek marcusuar itu dibangun di tengah Covid-19.
“Secara pribadi, saya sangat salut atas ketulusan dan kerja keras Pak Gubernur dalam melakukan penataan pembangunan di Bali. Kita masih ingat awal-awal Covid-19, situasi Negara yang lagi sulit, Pak Gubernur masih bisa mewujudkan pembangunan penataan kawasan suci Besakih dengan anggaran yang begitu besar. Saya meyakini, ketulusan beliau dalam memimpin Bali membuat semua program berskala besar yang dijalankan selama empat tahun, semuanya berjalan lancar. Kebijakan pembangunan yang beliau jalankan juga tidak ada meninggalkan budaya Bali dan kearifan local lainnya,” kata Suastika politisi PDI Perjuangan asal Banjar Juwuk Legi, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, itu. (tio/bfn)











