Daerah  

Tujuh Warga Karangasem Tertipu Agen Keberangkatan Umroh

Total Penipuan Rp227.5 Juta

tujuh-warga-karangasem-tertipu-agen-keberangkatan-umroh
Ilustrasi Umroh
banner 120x600

KARANGASEM, Balifactulanews.com—Tujuh orang warga muslim di Karangasem melaporkan ulah Evie Noer Sulastri Soedanto (64) ke  Polres Karangasem,  Rabu (30/11/2022).

Wanita asal Surabaya  yang bekerja sebagai sales agen perjalanan umroh ke Jedah, Arab Saudi, dan di Bali  tinggal di Cargo Taman Iii/D. 10 Br/Link. Umasari, Desa. Ubung Kaja,  itu  dilaporkan   karena melakukan penipuan  dan menggelapkan  uang  peserta umroh  dengan total sebesar Rp227.500.000.

Tujuh warga muslim Karangasem yang melaporkan ulah sales agen perjalan umroh tersebut, yakni,  Rahayu (62) asal Dangin Sema I, Kelurahan Karangasem,  Rusmiati (63)  pensiunan guru asal Trenggalek dan sudah tinggal di Banjar Kecicang Bali, Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem,  Salmah (64) seorang pedagang asal Lingkungan Ampel, Kelurahan Karangasem, Sohrawardi, (57) asal Lingkungan Dangin Sema I, Kelurahan Karangasem, Masniah  (59) asal Lingkungan Dangin Sema I, Kerlurahan Karangasem, Rahmawati (53) asal Bukit Tabuan, Desa Bukit, Kecamatan Karangasem,  dan Hairani (58) asal  Lingkungan Kodok Darsana, Kelurahan Karangasem.

Dalam laporannya ke polisi,  para pelapor menyatakan, Evie Noer Sulastri Soedanto   telah melakukan penipuan dan penggelapan uang umroh  pada Sabtu (19/11/2022) sekitar pukul 10.00 Wita dengan lokasi kejadian di Toko Bombay Textil, jalan Diponegoro, Lingkungan Bangras, Kelurahan Karangasem.

Informasi yang dihimpun menyebutkan,  penipuan terhadap  tujuh orang warga muslim Karangasem itu, berawal dari  bulan Agustus 2022. Saat itu terlapor Evie Nor Sulastri Soedanto  menawarkan kepada para korban  untuk keberangkatan umroh  dengan janji, apabila korban  mendapatkan sepuluh orang peserta umroh untuk keberangkatan umroh, maka  pelapor (korban) dijanjikan gratis  untuk 1 ) orang peserta umroh. Tapi, para pelapor  hanya mendapakan peserta umroh sebanyak 7 (tujuh)  orang dengan tarif per orang sebesar Rp. 32.500.000. Total uang keseluruhan yang  disetorkan kepada pelapor  sebanyak Rp227.500.000.

Awalnya para pelapor, beryakinan akan bisa berangkat umroh ke Tanah Suci, sesuai jadwal  keberangkatan tanggal 21 Nopember 2022,  namun  dua hari menjelang hari pemberangkatan, yakni 19 November 2022,  terlapor  membatalkan dengan alasan ada kegiatan G-20.

“Dia kembali berjanji akan memberangkatkan kami untuk umroh 27 Nopember 2022, namun  dibatalkan dengan alasan banjir di Jedah. Selanjutnya dia kembali menjanjikan keberangkatan pada bulan Desember 2022,” ucap salah seorang korban saat melporkan kasus penipuan dan penggelapan itu ke kantor SPKT  Polres  Karangasem.

Kasat Reskrim Polres Karangasem AKP Aris Setiyanto, belum bisa dikonfirmasi berkaitan dengan laporan kasus penipuan perjalanan umroh tujuh orang warga muslim itu. Dihubungi melalui telpon aplikasi WA   yang bersangkutan tidak mengangkat. (ger/bfn)