KARANGASEM, Balifactualnews.com – Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karangasem dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan ketahanan pangan daerah saat menghadiri kegiatan panen padi di Bale Subak Yeh Sayang, Desa Bungaya, Kecamatan Bebandem, Rabu (7/1).
Menurut Pandu, keberhasilan panen padi tersebut mencerminkan sinergi antara pemerintah dan petani dalam memperkuat sektor pertanian berbasis kearifan lokal. Ia menyebut panen bukan semata capaian produksi, melainkan bagian dari upaya menjaga kedaulatan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani.
“Panen ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan daerah dapat terjaga ketika pemerintah dan petani bekerja bersama,” ujar Pandu.
Panen padi dilakukan pada lahan seluas sekitar 30 hektare dari total 110 hektare areal Subak Bale Yeh Sayang. Berdasarkan data penyuluh pertanian, produktivitas padi mencapai 9,6 ton per hektare, sehingga menghasilkan sekitar 288 ton gabah kering panen. Hasil tersebut dinilai melampaui target yang ditetapkan Kementerian Pertanian.
Wakil Bupati Karangasem juga menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan sistem subak sebagai fondasi pertanian di Bali. Menurutnya, subak tidak hanya berfungsi sebagai sistem irigasi, tetapi juga sebagai pengikat nilai kebersamaan dan disiplin dalam pengelolaan pertanian.
“Kita harus memastikan subak tetap produktif dan lestari, karena di sanalah kekuatan pertanian Karangasem,” tegasnya.
Kegiatan panen padi di Desa Bungaya turut dihadiri Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf. Gurbasa Samosir, jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, penyuluh pertanian lapangan, perangkat desa, serta pengurus dan anggota Subak Bale Yeh Sayang.
Usai panen, kegiatan dilanjutkan dengan mengikuti Zoom Meeting Panen Raya Nasional bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, sebagai bagian dari penguatan program swasembada pangan nasional.
Pandu berharap capaian panen di Bale Subak Yeh Sayang dapat menjadi contoh bagi subak-subak lain di Kabupaten Karangasem dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani. (tio/bfn)













