Utama  

Wanita Muda  Nekat Gantung Diri di Kamar Calon Suami

banner 120x600
Foto: Ilustrasi gantung diri

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Upacara pernikahan pasangan mempelai I Ketut Geria (23) dengan Ni Wayan Sariani (19), warga asal Dusun Nangka, Desa Bhuana Giri, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali, tinggal menghitung hari. Namun rencana tersebut menjadi berantakan  dan gagal dilaksanakan, menyusul Sariani  melakukan aksi bunuh diri dengan cara gantung diri di kamar calon suaminya, Jumat 22 Oktober 2021, malam.

Selisik kali selisik korban nekat gantung diri, karena merasa terbebani biaya pernikahan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini. Kematian Sariani dengan cara tak wajar itu, membuat warga Dusun Nangka geger. Pasalnya, Sariani sudah dipinang (padik) oleh keluarga Ketut Geria, namun upacara pernikahannya belum dilaksanakan  (masih dalam  persiapan).

Ceritanya, Jumat malam itu sekitar pukul 19.00, keluarga Ketut Geria  bersama Sariani menggelar rapat persiapan pernikahanya.  Biaya pernikahan menjadi hal pelik dibahas. Di pertengahan rapat,  sekitar pukul 22.00 Wita, Sariani mendahului masuk kamar. Dalam hitungan menit  dia lantas menangis.

Tangisan Sariani sekaligus membuyarkan rapat keluarga yang sebentar lagi akan melangsungkan pernikahan. Ketut Geria bergegas bangun menuju kamar, tapi begitu  pintu kamar dibuka ternyata sudah terkunci dari dalam. Geria mencoba mendobrak, namun gagal. Beruntung I Nengah Ngetis, ibunya menyimpan  kunci cadangan.

Begitu pintu kamar dibuka,  Geria menjerit histeris. Pasalnya calon istrinya ditemukan tergantung di palang kap kamar tidurnya menggunakan dua kain selendang warna biru. Tak ingin terjadi sesuatu, Geria  lantas menurunkan, Sariani yang saat itu masih bernapas langsung  dilarikan ke RSUD Karangasem bersama keluarga.  Sayang, upaya pertolongan  yang dilakukan Geria sia-sia, pasalnya dalam perjalanan calon istrinya sudah meninggal dunia.

Kapolsek Bebandem AKP I Wayan Gede Wirya dikonfirmasi, Minggu  24 Oktober 2021, membenarkan kejadian itu. Didampingi Kanit Reskrim IPDA I Gede Alit, dia  mengatakan, kasus tersebut sudah ditindaklanjuti.   Hasil olah TKP yang dilakukan, korban murni meninggal dunia karena gantung diri.

“Korban meninggal dunia murni karena gantung diri. Motipnya karena drepresi masalah ekonimi,” pungkas AKP I Wayan Gede Wirya. (tio/bfn)