Waspada Bencana, TNI Gelar Simulasi

banner 120x600

________________________________________________________________________________

JEMBRANA — Guna mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana yang sewaktu – waktu terjadi, Anggota TNI dari Yonif Mekanis 741 / Garuda Nusantara menggelar simulasi siap siaga bencana.

Danup Kakorum Yonif 741/GN, Kapten Inf Arman Adi Wibowo, Jumat (26/4/2019), mengatakan simulasi kesiapsiagaan bencana alam ini juga dalam rangka memperingati hari kesiapsiagaan bencana nasional, yang digelar di Markas Yonif 741/GN.

Kegiatan diikuti satu pleton (30 personel) Kodim 1617/Jembrana, tiga Pleton Yonif Mekanis 741/GN, satu Pleton BPBD Kabupaten Jembrana dan satu regu Basarnas Kabupaten Jembrana dengan jumlah keseluruhan sekitar 167 personil baik TNI dan Basarnas.

Arman mengatakan, sinergitas itu sangat diperlukan. Melihat kondisi alam yang tidak menentu beberapa waktu terakhir. Bahkan, beberapa pihak bisa berkaca, bahwa usai gempa 2018 lalu kemudian disusul banjir bandang, dan juga penanganan abrasi di Pebuahan, Desa Banyubiru Negara.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Ketut Eko Susila AP, menyatakan, belum lama ini masih ada hujan yang sangat ekstrim, sehingga menimbulkan banjir beberapa tempat. Seperti contoh berapa bulan yang lalu terjadi banjir, maka beberapa pihak harus segera cepat respon untuk menanggapi permasalahan yang ada di wilayah yang rawan terhadap bencana.



Dari setiap lembaga, sambungnya, memiliki bagian masing-masing sudah punya tupoksinya. Sehingga hari ini, sinergitas antara pihak TNI, BPBD dan Basarnas untuk melaksanakan suatu uji coba pelaksanaan terjadi bencana yang bisa saja terjadi. Seperti diketahui, bahwa wilayah Jembrana diliputi bencana seperti tanah longsor, banjir dan gempa bumi.

Simulasi dilakukan mengacu pada bencana yang pernah terjadi di Jembrana, yakni Gempa Situbondo yang berdampak di Bumi Makepung. Akibat bencana itu, runtuhan tembok dan dinding menyelimuti markas Yonif Mekanis 741/GN yang diibaratkan rumah warga. Kemudian, warga sipil menjadi korban. Anggota TNI dan BPBD Jembrana pun usai kejadian merangsek masuk dan menyelamatkan warga.

Ada pengobatan di tempat kejadian, dan adapula penggotongan terhadap korban. Pendirian tenda tanggap bencana pun dilakukan. Dalam simulasi ini, gerakan tanggap dan cepat diperlihatkan oleh sinergitas BPBD dan TNI. (dod/tio)