Wujudkan Keanggotaan yang Berperan Aktif dan Berkontribusi, Pj. Gubernur Bali Kukuhkan Kepengurusan PWRI Provinsi Bali 2024-2029

BUPATI DANA MENYAPA UMAT MUSLIM DI MASJID AL-FALAH KOMPLEKS ASDP PADANGBAY Bupati Karangasem, I Gede Dana, kembali melaksanakan agenda Bupati Menyapa Umat Muslim pada hari Rabu, 27 Maret 2024. Kali ini, Bupati Dana menyapa umat Muslim di Masjid Al-Falah Kompleks ASDP Padangbay, Desa Padang Bay, Kecamatan Manggis. Dalam sambutannya, Bupati Dana mengucapkan selamat menjalankan Ibadah Puasa kepada umat Muslim yang telah memulai ibadah puasa sejak tanggal 12 Maret 2024. Beliau berharap agar umat Muslim diberikan kemudahan dan kesehatan dalam menjalankan kewajiban tersebut. Kegiatan Bupati Menyapa Umat Muslim dengan Buka Puasa Bersama merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem, berdasarkan usulan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Karangasem. Hal ini sejalan dengan Visi Misi Pembangunan Karangasem, serta arah kebijakan dan program pembangunan Karangasem sebagai pelaksanaan Pola Pembangunan Semesta Berencana, terutama dalam Implementasi dari Program Prioritas Bidang 4 (Empat) yaitu, Adat, Agama, Tradisi, Seni, dan Budaya. Bupati Dana juga menjelaskan bahwa kegiatan Bupati Menyapa Umat Muslim merupakan salah satu bentuk moderasi beragama untuk menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Karangasem. "Keberadaan Umat Muslim di Kabupaten Karangasem memiliki sejarah yang panjang, dimulai sejak abad ke-16. Umat Muslim yang dikenal sebagai Nyame Selam hidup rukun berdampingan dengan Nyame Bali yang beragama Hindu," ujarnya. Kedekatan hubungan dan persaudaraan antara Nyame Bali dan Nyame Selam di Karangasem telah melahirkan akulturasi budaya yang unik. Salah satunya adalah penggunaan nama depan orang Bali di Kampung Saren Jawa, penggunaan bahasa Bali di beberapa kampung Islam di Karangasem, dan tradisi-tradisi lainnya yang menggabungkan adat budaya Bali dengan prinsip-prinsip Syari'at Islam. Bupati Dana mengajak para Ulama, para tokoh masyarakat, dan seluruh masyarakat yang hadir pada kesempatan ini untuk saling bergandengan tangan dan bersatu dalam memperkuat moderasi beragama demi menjaga keamanan dan kedamaian di Kabupaten Karangasem. "Mari umat Muslim khususnya di Karangasem, agar senantiasa bersinergi dengan Pemerintah daerah dalam mendukung visi dan misi Pemerintah Kabupaten Karangasem "Nangun Sat Kertih Loka Bali" di Karangasem melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk mewujudkan Karangasem Era Baru yang pradnyan, kertih, shanti, dan nadi,"tutupnya. Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Karangasem, Ketua DPRD Kabupaten Karangasem, Dandim 1623 Kabupaten Karangasem, Kapolres Karangasem, Kepala Kejaksaan Negeri Karangasem, Ketua Pengadilan Negeri Amlapura, Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Karangasem, Kabag Pemkesra pada Setda Kabupaten Karangasem, Camat Karangasem, Perbekel Padangbay, Ketua FKUB Kabupaten Karangasem, dan Ketua MUI Kabupaten Karangasem.
Staf Ahli Gubernur Bali bidang Perekonomian, Gede Suralaga mewakili Penjabat Gubernur Bali secara resmi mengukuhkan Kepengurusan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bali periode tahun 2024-2029, di Gedung Wiswa Sabha Utama-Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (27/3).
banner 120x600

DENPASAR, Balifactualnews.com – Staf Ahli Gubernur Bali bidang Perekonomian, Gede Suralaga mewakili Penjabat Gubernur Bali secara resmi mengukuhkan Kepengurusan Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Bali periode tahun 2024-2029, di Gedung Wiswa Sabha Utama-Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Rabu (27/3).

Dalam sambutan Gubernur Bali yang dibacakan oleh Gede Suralaga selaku Staf Ahli Gubernur Bali bidang Perekonomian, menyampaikan PWRI sebagai organisasi kemasyarakatan pensiunan sipil yang bersifat nasional, menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan, Hak Asasi Manusia, mandiri, demokratis dan nirlaba memiliki tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup anggota Wredatama dan keluarganya, diharapkan mampu memberdayakan sumber daya manusia yang dimilikinya untuk maju dan mampu memperkokoh eksistensi dalam mengembangkan organisasi, yang merupakan wadah insan-insan pembangunan kesejahteraan sosial, khususnya lanjut usia yang telah begitu lama berkiprah dan mengabdi di pemerintahan khususnya dalam membangun daerah Bali.

Oleh sebab itu, pihaknya berharap pengurus dan anggota PWRI mampu memberdayakan sumber daya manusia yang dimiliki dengan berbagai latar belakang pendidikan dan pengalaman yang berbeda untuk meningkatkan kinerja di masa yang akan datang, hal ini menunjukkan sekalipun anggotanya masuk ke dalam kategori lanjut usia, namun potensi sumber daya manusia yang dimiliki masih dapat memberikan kontribusi, sehingga masih mampu merumuskan ide-ide kreatif dan inovatif dalam upaya memacu kembali semangat meningkatkan kinerja anggota seluruh PWRI, baik untuk kepentingan meningkatkan kesejahteraan anggota organisasi, maupun dalam membantu pemerintah serangkaian mempercepat peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Bali sesuai dengan apa yang terkandung dalam kebijakan dan program pemerintah provinsi Bali.

Saat ini tercatat sebanyak 4.235 orang anggota PWRI Provinsi Bali dengan beberapa program kerja PWRI Bali yang akan dilaksanakan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota, pemberdayaan keluarga dan lansia, partisipasi dalam pembangunan nasional dan daerah, pelaksanaan dan pengembangan kerjasama, piagam dan tanda penghargaan wredatama nugraha dan konsolidasi organisasi serta sekolah lansia.

Ditambahkannya lagi dalam sambutan, bahwa potensi PWRI sebagai stakeholder pemerintah tentu sangat penting untuk berperan secara terus menerus, dimana potensi yang dimiliki merupakan suatu kekuatan yang besar dalam upaya untuk mengisi pembangunan, baik pemerintah maupun sosial kemasyarakatan.

Pensiunan pegawai negeri dalam wadah PWRI diharapkan juga agar senantiasa memposisikan diri sebagai pengayom dan penyejuk dalam masyarakat dan berorientasi pada hal-hal positif sehingga mampu membangun dan memupuk rasa persatuan dan kesatuan diantara sesama tidak membedakan suku, agama, etnis dan budaya dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban. Apabila hal ini dapat di implementasi oleh seluruh pengurus dan anggota PWRI maka diyakini visi pemerintah provinsi Bali akan dapat terwujud dengan cepat dan merata.

Ketua Umum PB PWRI Pusat, Prapto Hadi mengatakan sekalipun sudah masuk ke usia lanjut, sebagai anggota PWRI Ia berharap agar seluruh komponen kepengurusan dan keanggotaan untuk tetap mengisi pembangunan, dan tidak menjadi beban keluarga bahkan negara, sehingga mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah kita masing-masing dan juga negara. Pada kesempatan ini I Ketut Muliartha kembali dikukuhkan sebagai Ketua PWRI Provinsi Bali Periode 2024-2029. (ger/bfn)