KARANGASEM, Balifactualnews.com – Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok terus digenjot. Memasuki Kamis (13/8), Tim SAR Gabungan masih memburu lima penumpang yang dilaporkan belum ditemukan setelah kapal terbakar pada Rabu (12/8) sekitar pukul 04.15 WITA.
Lima penumpang yang masih dalam pencarian yakni Yasir Arafat, Selvina Rambu Mayi, I Made Sutarjana, Slamet Yulianto dan I Ratu Agung Ayu Sekar.
Sementara satu korban meninggal dunia telah teridentifikasi bernama Indah Dwi Septiani (19). Berdasarkan data Humas Kantor SAR Mataram, korban tercatat beralamat di Asrama Brimob Gatep, Ampenan.
Data korban dalam operasi SAR masih terus diperbarui. Hingga Kamis, sebanyak 212 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 211 orang dinyatakan selamat dan satu orang meninggal dunia. Dua di antara korban selamat merupakan warga negara asing (WNA) asal Australia.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan, pencarian dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Tim gabungan menyisir perairan dari lokasi kejadian menuju arah barat daya.
“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan kepada posko apabila menemukan korban,” tegas Hariyadi.
Selain penyisiran permukaan laut, informasi mengenai lima korban yang masih dicari juga disebarluaskan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian, mengingat lalu lintas kapal di Selat Lombok cukup padat.
Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar mengerahkan sejumlah armada, di antaranya KN SAR 220 Mataram, KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram. Dukungan juga datang dari SGi Air Bali, Finns Search and Rescue, TNI AL, Ditpolairud Polda NTB, Polres Lombok Barat, KSOP Lembar serta sejumlah unsur terkait lainnya.
Sejumlah kapal yang berada di sekitar wilayah operasi turut dilibatkan, termasuk KMP PortLink II, KAL Lembar, KMP Parama Kalyani serta kapal yacht No Comment dan Still Here. Tim medis dan masyarakat juga ikut mendukung proses penanganan korban.
KSOP Pelabuhan Padangbai Heri Wijayanto mengatakan, koordinasi antarpihak terus dilakukan untuk mendukung proses pencarian dan evakuasi.
“Saat ini tim gabungan masih berfokus pada proses evakuasi terhadap korban,” ujarnya.
Hariyadi menegaskan, operasi SAR akan terus dilakukan untuk memastikan seluruh korban dapat ditemukan. Tim juga masih melakukan pemantauan dan penyisiran guna mengantisipasi kemungkinan adanya korban yang belum terdata maupun belum ditemukan.
“Fokus utama kami saat ini adalah memastikan keselamatan seluruh penumpang dan kru kapal. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi adanya korban lain yang mungkin belum dievakuasi,” katanya.
Operasi pencarian melibatkan Basarnas melalui Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, KP3 Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Lombok Barat, Jasa Raharja, SGi Air Bali serta unsur SAR gabungan lainnya.
Hingga kini, pencarian lima penumpang masih menjadi prioritas. Seluruh unsur SAR terus berkoordinasi dan memperluas penyisiran di perairan Selat Lombok dengan harapan kelima korban segera ditemukan. (tio/bfn)
