KARANGASEM, Balifactualnews.com – Tak jelas persoalannya, tiba-tiba ogoh-ogoh milik Seka Truna Truni (STT) Dharma Bhakti, Banjar Juuk Legi, Desa Duda Timur, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem dirusak orang tak dikenal, Senin (11/3). Pelaku tidak hanya melakukan perusakan, juga menjarah beberapa ornamen penting pada bagian ogoh-ogoh yang sukses tampil dalam pawai ogoh-ogoh yang dipusatkan di jalan raya Pesangkan-Duda,pada malam pengerupukan.
Ketua STT Dharma Bhakti, Putu Manik Wahyu Pradana, Rabu (13/3) mengungkapkan, selesai mengikuti pawai, dua ogoh-ogoh karya para teruna Juuk Legi itu dititipkan di depan kantor Koperasi yang ada dijalan raya Duda – Bangbiaung.
“Pemilik Koperasi juga sama-sama warga Juuk Legi, dan beliau mengijinkan kami untuk menitipkan ogoh-ogoh disana. Kami berkeyakinan lokasi penitipan sangat aman dan malam itu sekitar pukul 22.35 Wita, kami bersama anggota STT Dharma Bhakti langsung pulang ke rumahnya masing – masing,” Jelas Wahyu Pradana.
Tapi, keyakinan Wahyu Pradana akan tempat penitipan ogoh-ogoh sangat aman, ternyata meleset. Saat Ngembak Geni, Selasa, (12/3) pagi, dia mendapatkan kabar tidak menyenangkan akan kondisi ogoh-ogoh milik seka terunanya seperti sengaja dijatuhkan dan dikoyak oleh perusuh.
“Dari beberapa foto yang dikirim teman, awalnya kami sempat mengira ogoh-ogoh yang kami titipkan di Koperasi jatuh karena tertiup angin. Tapi setelah dicek, ternyata bukan sekadar jatuh, beberapa ornamen yang ada pada ogoh-ogoh juga hilang,” jelasnya.
Wahyu Pradana meyakini ada perusuh yang melakukan perusakan dan melakukan aksi pencurian itu. Memastikan keyakinannya itu, dia bersama teman-temannya langsung mengecek CCTV yang ada dilokasi. Hasilnya, rekaman CCTV mengungkap, bahwa pada, Senin (11/3) dinihari, terlihat ada satu orang dengan mengendarai sepeda motor Nmax seperti mengawasi di tengah jalan dan satu orang dengan motor Astrea menjatuhkan ogoh ogoh. Kedua orang tersebut awalnya datang dari arah barat, bahkan sempat melewati tempat ogoh – ogoh sebelum akhirnya kembali dan melakukan perusakan.
Saat melakukan perusakan dan penjarahan ornamen bagian ogoh-ogoh, pelaku yang mengendarai Nmax menggunakan baju lengan panjang, sedangkan pelaku satunya menggunakan motor astrea seperti menggunakan topi.
“Kami hanya ingin tahu motif perusakan yang mereka lakukan. Sebelum kami laporkan ke pihak berwajib agar kasus ini diproses sesuai prosedur hukum yang berlaku, sebaiknya pelaku meminta maaf kepada kami,” harap Wahyu Pradana. (tio/bfn)













