KARANGASEM, Balifactualnews.com – Pecalang Desa Adat Padang Tunggal menunjukkan kepedulian terhadap infrastruktur desa dengan melakukan pengurugan jalan berlubang di jalur utama, tepatnya di atas jembatan, Rabu (4/6). Aksi swadaya ini dilakukan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga serta pengguna jalan.
Menurut Penyarikan Desa Adat Padang Tunggal, I Wayan Wartama, perbaikan ini dilakukan karena banyaknya jalan berlubang, terutama di atas jembatan yang menjadi jalur utama. Dengan semangat gotong royong, pecalang berinisiatif untuk memperbaiki akses jalan yang rusak guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan warga serta pengguna jalan lainnya.
“Pengurugan jalan berlubang ini memanfaatkan agregat material galian C. Berkat kehadiran pecalang yang berjaga di lokasi, kami bisa langsung melakukan perbaikan. Jembatan menjadi fokus utama karena kondisinya yang cukup parah dengan banyak lubang,” jelasnya.
Wartama mengatakan, setelah dilakukan pengurugan lubang menggunakan agregat material galian C, akses lalu lintas di jalur tersebut kini berjalan lancar. Hal ini sangat penting karena jalur ini cukup padat dilalui oleh kendaraan, terutama truk pengangkut material galian C yang melintas setiap harinya. Dengan perbaikan ini, diharapkan keselamatan dan efisiensi perjalanan dapat meningkat
“Semoga sekarang pengendara lancar melintas di jembatan itu pasca diurug serta dapat mencegah terjadinya lakalantas,” katanya sembari menambahkan, kalau hujan, air akan menggenang di setiap lubang jalan.
Ia berharap, dalam jangka panjang jalan tersebut bisa mendapatkan perbaikan yang lebih menyeluruh. Pasalnya, jalan ini merupakan jalur utama yang sangat padat dilalui oleh masyarakat sehari-hari, termasuk truk pengangkut material galian C yang datang dari berbagai arah, baik dari Karangasem maupun Klungkung.
Dengan perbaikan yang memadai, diharapkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin, serta mengurangi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi akibat kondisi jalan yang kurang baik.
“Selain jalan bisa diperbaiki, harapan kami jembatan bisa di perlebar sehingga tidak sampai menimbulkan kemacetan disana. Karena saat ada kendaraan dari arah selatan dan utara, salah satu harus mengalah karena di jembatan tidak bisa dua arah,” tandas Wartama. (tio/bfn)













