KARANGASEM, Balifactualnews.com – Ketika sorot lampu panggung mulai menyala, musik mengalun, dan ribuan pengunjung menikmati kemeriahan Karangasem Festival, ada sekelompok orang yang justru memulai tugasnya. Mereka bukan pengisi acara, bukan pula tamu kehormatan. Mereka adalah para petugas kebersihan yang bekerja di balik layar perayaan HUT ke-386 Kota Amlapura.
Di tangan mereka tergenggam sapu, pengki, dan kantong sampah. Langkah mereka menyusuri sudut-sudut Taman Budaya Candra Bhuana, memastikan setiap jengkal lokasi festival tetap bersih dan nyaman bagi masyarakat.
Bagi sebagian orang, festival adalah tentang hiburan, kuliner, dan pertunjukan. Namun bagi 20 petugas kebersihan yang diterjunkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karangasem, festival adalah tentang pengabdian yang tak banyak terlihat.
Mereka bekerja dalam dua shift, pagi dan malam. Saat sebagian pengunjung pulang membawa kenangan indah dari panggung hiburan, para petugas justru mulai mengumpulkan sisa-sisa perayaan yang tertinggal. Gelas plastik, bungkus makanan, hingga berbagai jenis sampah lainnya menjadi bagian dari rutinitas yang harus mereka selesaikan sebelum matahari kembali terbit.
“Tujuan kami sederhana, menjaga agar lokasi tetap bersih dan tidak ada penumpukan sampah selama festival berlangsung,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Karangasem, I Made Yusta Dwi Mertha.
Pekerjaan itu mungkin terlihat biasa. Namun tanpa mereka, kemeriahan festival bisa berubah menjadi persoalan lingkungan. Di tengah ribuan pengunjung yang datang setiap hari, para petugas kebersihan menjadi garda terdepan yang menjaga wajah Kota Amlapura tetap bersih.
Satu per satu sampah dipilah. Organik dan plastik dipisahkan. Kontainer sampah yang telah disiapkan menjadi tempat penampungan sebelum akhirnya diangkut ke lokasi pengelolaan. Semua dilakukan dalam ritme yang nyaris tak disadari pengunjung.
Mereka bekerja ketika banyak orang menikmati waktu bersama keluarga. Mereka tetap bertugas ketika tepuk tangan menggema dari panggung utama. Tidak ada sorotan lampu yang mengikuti langkah mereka. Tidak ada riuh penonton yang menyambut. Namun hasil kerja mereka dirasakan oleh semua orang.
Karangasem Festival tahun ini mengusung semangat kebersamaan. Dan di balik semangat itu, ada para petugas kebersihan yang turut merawat pesta rakyat ini dengan caranya sendiri.
Mungkin tidak semua pengunjung mengenal nama mereka. Namun setiap sudut yang bersih, setiap jalan yang nyaman dilalui, dan setiap area festival yang tetap tertata menjadi bukti bahwa perayaan besar tidak hanya dibangun oleh mereka yang tampil di atas panggung, tetapi juga oleh mereka yang bekerja dalam sunyi.
Di tengah gegap gempita HUT ke-386 Kota Amlapura, para petugas kebersihan mengajarkan satu hal sederhana: bahwa pengabdian tidak selalu harus terlihat untuk menjadi berarti.(parwata)













