100 Hari Menata Karangasem, Duet Gus Par dan Guru Atasi Krisis Air Karangasem

Tuntaskan Persoalan Air di Kubu dengan 9 Skema

100-hari-menata-karangasem-duet-gus-par-dan-guru-atasi-krisis-air-karangasem
I Gusti Putu Parwata dan Pandu Prapanca Lagosa

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Kabupaten Karangasem tampil beda di bawah kepemimpinan Bupati I Gusti Putu Parwata SE, bersama Wabup Pandu Prapanca Lagosa, SH.MH. Sinergitas Organisasi Perangkat Daerah dan lembaga lainnya mulai terasa. Bahkan Karangasem kini mulai melangkah maju berkat terjaganya hubungan harmonis antara eksekutif dengan legislatif.

Kemajuan pembangunan di wilayah Gumi Lahar, terlihat dari 100 hari kinerja Gus Par-Guru Pandu. Menariknya duet pemimpin Karangasem ini, selalu berdiskusi dan berbagi tugas dalam menjalankan roda pemerintahan.

Bupati Gus Par misalnya, sejak dilantik terlihat kencang melakukan lobi-lobi dengan pemerintah pusat. Upaya jemput bola yang dilakukan itu untuk mengais bantuan pemerintah pusat terkait program pembangunan di wilayahnya, termasuk juga program penuntasan masalah air bersih. Sedangkan Guru Pandu ditugaskan untuk menangani persoalan yang ada di daerah. Salah satunya penanganan sampah berbasis sumber.

Penuntasan persoalan air di wilayah Kecamatan Kubu bukan sekadar isapan jempol saja. Bupati I Gusti Putu Parwata bersama Wabup Pandu Prapanca Lagosa menugaskan Tim Ahli Bupati untuk melakukan survei sumber mata air yang ada di wilayah tersebut. Hasil monitoring yang dilakukan, Gus Par menegaskan, bahwa masalah air bersih yang selalu menjadi “penyakit” tahunan di Kecamatan Kubu bisa dituntaskan dengan 9 skema.

“Penuntasan masalah air bersih di Kubu, kami tidak selalu bergantung pada air baku Telaga Waja, kami berusaha untuk menggali sumber mata air yang ada disana. Selain itu kami juga akan manfaatkan sumur bor,” ucap I Gusti Putu Parwata, Rabu (18/6).

Penuntasan air bersih di Desa Ban misalnya, Pemkab Karangasem,dibawah kepemimpinan Gus Par-Guru Pandu akan memaksimalkan sumber mata air yang ada di Desa Adat Daya. Hasil survei yang dilakukan Tim Ahli Bupati bersama OPD terkait, ditemukan 15 titik sumber mata air, dan jika ke-15 sumber mata air itu digabungkan akan menghasilkan debit air sebanyak 15 liter per detik saat musim hujan dan saat musim kemarau sekitar 10 liter per detik.

“Kami meyakini 15 titik sumber mata air yang ada di desa Adat Daya, akan mampu menuntaskan persoalan air bersih yang ada di Desa Ban,” ucap Gus Par, optimis.
Sedangkan untuk di Desa Tianyar Tengah, lanjut Gus Par, penuntasan masalah air bersih masih menggunakan air Telaga Waja. Hanya saja perubahan terjadi pada sistem kelistrikan untuk mengangkat air ke reservoir dari mesin diesel BBM, menjadi mesin dengan energi listrik PLN.

“Sekarang air Telaga Waja sudah mengalir sampai reservoir Dusun Moncol, selanjutnya kami akan mengembangkannya dengan membangun reservoir di wilayah Padangsari. Reservoir ini nantinya untuk mengcover kebutuhan air sampai dengan Muntigunung Kauh,” jelas Gus Par.
Dalam upaya meningkatkan akses air bersih, beberapa desa di Karangasem memanfaatkan sumber air Telaga Waja dan sumber lainnya. Desa Tianyar, misalnya, melakukan pengembangan jaringan air dari reservoir Tianyar ke Dusun Paleg dan Dusun Paleg Kaja. Sementara itu, Desa Sukadana memaksimalkan reservoir yang ada untuk meningkatkan jaringan air bersih.

“Desa Baturinggit, sekarang fokus pada perbaikan pipa transmisi air sepanjang 3,8 km dari reservoir Baturinggit ke Dusun Bantas, yang direncanakan akan kami dkerjakan tahun 2026,” ungkap Gus Par.

Desa Kubu dan Desa Dukuh, lanjut Gus Par, juga melakukan pengembangan jaringan air dengan mengganti mesin berbahan bakar minyak menjadi mesin listrik PLN. Proyek ini rencananya akan dikerjakan tahun 2026.

Di Desa Tulamben, khususnya di Dusun Batudawa dan Batudawa Kaja, masyarakat memanfaatkan sumber air dari sumur bor milik Desa Adat Batu Dawa dengan debit 7 liter per detik.

“Debit air 7 liter per detik dari sumur bor Desa Adat Batu Dawa cukup untuk memenuhi kebutuhan air di Dusun Batu Dawa dan Desa Batu Dawa Kaja,” kata Gus Par.

Sementara itu, untuk memenuhi kebutuhan air di Desa Tianyar Barat, Bupati Gus Par mengungkapkan, bahwa timnya telah melakukan penjajakan dengan kelompok pengelola sumur bor di Dusun Karobelahan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan akses air bersih di wilayah tersebut.

“Debit air sumur bor Dusun Karobelahan sekitar 7 liter per detik, cukup untuk memenuhi kebutuhan air di Dusun Muntigunung dan dusun-dusun sekitar Desa Tianyar Barat,” ungkap Gus Par, seraya menambahkan, bahwa , upaya penuntasan air bersih di kecamatan lain akan segera dilakukan dengan melakukan penelusuran sumber-sumber mata air yang ada dan pemanfaatan air Telaga Waja. Pemerintah setempat juga akan menyusun skema dan rencana penuntasan yang efektif untuk memastikan akses air bersih bagi masyarakat. (tio/bfn)