KARANGASEM, Balifactualnews.com – Paceklik hasil tangkapan melanda nelayan di Pantai Tanah Ampo, Desa Ulakan, Manggis, Karangasem, selama satu bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan pendapatan mereka menurun drastis, sehingga menambah kesulitan bagi para nelayan.
Komang Ngurah, seorang nelayan lokal, menjelaskan bahwa penyebab utama paceklik ini adalah kurangnya ikan yang masuk ke perairan Teluk Tanah Ampo. Hal ini berdampak langsung pada hasil tangkapan nelayan setempat.
“Di musim ini biasanya ikan berlimpah, tapi sekarang hasilnya sangat minim,” katanya.
Minimnya jumlah ikan bukan satu-satunya tantangan yang dihadapi nelayan. Cuaca buruk dengan gelombang tinggi juga sempat menghambat aktivitas mereka, bahkan menyebabkan sebuah tongkang terdampar. Sekarang, meskipun nelayan sudah bisa melaut lagi, hasil tangkapan tetap minim.
Di Tanah Ampo, para nelayan terbagi dalam lima kelompok yang masing-masing memiliki anggota antara belasan hingga puluhan orang. Totalnya, ada puluhan nelayan yang beroperasi di kawasan ini.
“Kelompok saya memiliki 11 anggota, sedangkan kelompok lain ada yang beranggotakan hingga 30 orang,” ungkapnya.
Menurut Komang Ngurah, paceklik ikan ini diperkirakan masih akan berlangsung dalam waktu dekat. Namun, dia berharap bahwa hasil tangkapan akan kembali melimpah pada musim puncak yang biasanya terjadi antara bulan September dan Desember.
“Sesuai tradisi yang ada disini (Tanah Ampo), sasih ketiga dan sasih kapat, yang jatuh pada bulan September hingga Desember, adalah musim puncak bagi nelayan dengan hasil tangkapan yang melimpah,”pungkasnya. (tio/bfn)













