Sirnas B Libatkan 743 Pebulutangkis Seluruh Indonesia

sirnas-b-libatkan-743-pebulutangkis-seluruh-indonesia-2
Ket Foto : Pengurus PP PBSI bersama pengurus PBSI Bali dan Panitia Sirnas B saat pembukaan. Foto : bfn/ena

DENPASAR, Balifactualnews.com – Sirkuit Nasional (Sirnas) B yang dihelat mulai 8 – 13 Mei 2023 yang digelar di dua GOR Bulutangkis yakni di GOR Liga Bali dan GOR Bulutangkis Udayana Denpasar diikuti 743 pebulutangkis putra dan putri dari seluruh Indonesia. Jumlah tersebut dipastikan saat pembukaan Sirnas B yang dilakukan Ketua Umum Pengprov PBSI Bali Wayan Winurjaya bersama Ketua Panitia Candra Kusuma dan Sekretaris Panitia IGB Arya Candra Palasara atau Tu Gus, serta pengurus PP PBSI Mimi Irawan, di GOR Liga Bali, Senin (8/5/2023).

Sebelum pertandingan sempat diberikan coaching clinic kepada beberapa pebulutangkis oleh mantan pebulutangkis nasional yakni Ricky Subagja dan Luluk Hadiyanto, terkait cara Teknik bermain bulutangkis.

Usai pembukaan Winurjaya didampingi Candra Kusuma mengutarakan jika ajang Sirnas sendiri secara umum terakhir digelar di Bali pada tahun 2018 dan tahun 2023 ini baru Kembali dihelat di Bali. “Ini jelas luar biasa karena pesertanya dari seluruh Indonesia dan total peserta mencapai 743. Sebuah antusias tinggi pebulutangkis muda mengikuti even di Bali ini,” ujar Winurjaya diamini Candra Kusuma.

Untuk Bali lanjut Ketua Umum terpilih PBSI Bali kedua kalinya pada Musprov beberapa waktu lalu, Sirnas B ini bisa menjadi ajang evaluasi bagi para pebulutangkis muda sendiri, para pelatihnya baik di Pengkab/Pengkot PBSI di seluruh Bali serta orang tua pebulutangkis dalam melihat perkembangan dan progress latihannya setelah mengikuti Sirnas tahun 2018. “Artinya jika pebulutangkis Bali ada yang kalah di pertandingan pertama maka pelatih bisa melakukan pembenahan apa yang menjadi kekurangan dan kelemahan pebulutangkisnya untuk isa lebih bagus lagi di Sirnas selanjutnya,” sebut Winurjaya.

Sedangkan Candra Kusuma menambahkan, jika secara umum adanya Sirnas B yang diikuti 743 peserta itu bisa berdampak besar bagi peningkatan perekonomian di Bali. “Kalau pesertanya sejumlah itu saja, belum pelatihnya, belum ofisialnya dan belum orang tuanya yang pastinya akan meninap di hotel dan belanja atau makan di Bali. Ini turut menambah peningkatan perekonomian Bali. Nah inilah yang Namanya Sport Tourism,” tutup Candra Kusuma. (ena/bfn)