SDN 8 Subagan Sepi Peminat, Siswa Baru Hanya 5 Orang

sdn-8-subagan-sepi-peminat-siswa-baru-hanya-5-orang
Suasana SDN 8 Subagan ditengah menerima Pendaftaran Peserta Didik Baru

KARANGASEM, Balifactualnews.com— Beberapa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Karangasem kini mengalami krisis siswa baru. Satu diantaranya SDN 8 Subagan, Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem. Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, sekolah tersebut baru mendapatkan 5 orang siswa.
Kepala Sekola SDN 8 Subagan, Ni Gusti Nyoman Dewi, tak menampik kondisi itu. Dia menuturkan krisis siswa baru tersebut sudah dialami sejak tiga tahun lalu. Sebelumnya, tahun 2022 SD 8 Subagan hanya mendapatkan 4 orang siswa. Sedangkan 2021 hanya mendapat sekitar 5 siswa.
“Lima orang siswa baru yang mendaftar tahun ini (2023) semua berasal dari Kelurahan Subagan. Jumlah ini meleset dari peraturan yang ada, yakni satu rombongan belajar (rombel) yang jumlahnya rata-rata 28,” kata wanita asal Singaraja itu, Rabu (5/7).
Dikatakan, secara keseluruhan jumlah siswa SDN 8 Subagan sebanyak 39 orang. Rinciannya, Kelas VI 14 orang siswa, kelas V sebanyak 8 orang, kelas IV sebanyak 3 orang, kelas III sebanyak 5 orang, kelas II sebanyak 4 orang, sedangkan kelas I sebanyak 5 orang. Pendaftaran peserta didik baru masih dibuka sampai saat ini, pihak sekolah berharap dengan adanya tambahan waktu pendaftaran calon siswa yang mendaftar ke SDn 8 Subagan bisa bertambah.
Gusti Nyoman Dewi, menduga, krisis siswa yang dialami disebabkan beberapa faktor. Selain karena kondisi sekolah ada di tengah, jarak SDN 8 Subagan berdekatan dengan SDN 4 Subagan dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri—jarak tiga sekolah ini tidak sampai 1 kilometer.
“Kemungkinan lainnya, ada kecenderungan orang tua siswa rata – rata menyekolahkan anak didiknya di sekolah yang lokasi bisa dijangkau, itu dilakukan agar wali murid lebih cepat mengakses,” terangnya.
Kendati mengalami krisis siswa, Gusti Nyoman Dewi dan tenaga pengajar di SDN 8 Subagan tetap semangat dan tidak mau mengurangi pembelajaran kepada anak didiknya. “Kendati peserta didik sedikit, saya dan teman-teman tetap berprinsip untuk terus terus melakukan inovasi. Kami terus berusaha untuk mendapat siswa, caranya dengan menggratiskan seragam untuk siswa yang mau daftar. Pembelian seragam ini merupakan donasi dari para pengajar,” tandasnya. (ger/bfn)