ABG di Manggis Iseng Telepon 110, Polisi Dimaki saat Angkat Panggilan

abg-di-manggis-iseng-telepon-110-polisi-dimaki-saat-angkat-panggilan
Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika,

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Layanan darurat kepolisian 110 kembali disalahgunakan. Seorang remaja tanggung di Kecamatan Manggis nekat menelepon call center Polri hanya untuk bercanda dan memaki petugas yang menerima laporan.

Peristiwa itu terjadi Minggu malam (25/5) sekitar pukul 22.00 Wita. Saat itu anggota SPKT Polsek Manggis menerima panggilan masuk melalui layanan 110 dari seorang penelepon pria. Namun bukannya menyampaikan laporan, penelepon justru melontarkan kata-kata tidak pantas kepada petugas.

Kapolres Karangasem, AKBP I Made Santika, mengatakan setelah menerima telepon tersebut, polisi langsung melakukan pelacakan nomor yang digunakan pelaku.

“Anggota kami menerima telepon lalu langsung dimaki dengan kata-kata yang tidak pantas,” ujarnya, Kamis (28/5).

Dari hasil penelusuran, nomor telepon tersebut diketahui berada di wilayah Desa Antiga, Kecamatan Manggis. Polisi kemudian mendatangi lokasi dan mendapati pelaku ternyata masih berusia 12 tahun.

Karena masih di bawah umur, polisi memilih langkah pembinaan. Remaja tersebut dibawa ke Mapolsek Manggis bersama kedua orang tuanya untuk diberikan pengarahan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Selain itu, orang tua pelaku juga diminta membuat video permohonan maaf sebagai bentuk tanggung jawab atas tindakan anaknya.

“Kami juga meminta orang tua lebih mengawasi penggunaan telepon agar tidak dipakai untuk iseng atau menyalahgunakan layanan darurat,” kata Santika.

Kapolres menegaskan layanan 110 disiapkan untuk membantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan pertolongan atau ingin melaporkan kejadian darurat. Karena itu masyarakat diminta tidak menjadikannya sebagai bahan candaan.

Menurutnya, laporan palsu atau panggilan iseng berpotensi mengganggu pelayanan dan dapat membuat petugas terlambat menangani laporan yang benar-benar membutuhkan penanganan cepat.

“Walaupun ada panggilan iseng, petugas tetap harus menindaklanjuti karena kami tidak tahu apakah ada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan,” tandasnya. (tio/bfn)

Exit mobile version