ACJN Rambut Siwi Terbengkalai, Wabup Kembang Artawan Berharap Pemprov Bisa Carikan Solusi

________________________________________________________________________________

JEMBRANA — Sejak selesai dibangun setahun lalu, Anjungan Cerdas Jalan Nasional (ACJN) Rambut Siwi belum dimanfaatkan dengan maksimal dan kini kondisinya semakin terbengkalai. Proyek pembangunan ACJN ini merupakan proyek dari pusat dengan anggaran Rp 67 miliar menggunakan proyek multiyears oleh PT Nindya Karya Wilayah VII sejak Oktober 2016 lalu.

Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, saat bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster, Selasa (25/6/19) mengatakan sangat menyayangkan kondisi bangunan tersebut. Dia berharap Pemprov Bali bisa ikut memberikan solusi terkait terbengkalainya bangunan ACJN tersebut.

“Bangunan sudah selesai namun statusnya masih Kementrian dan belum ada pengelolaan. Seperti bangunan mangkrak. Saya berharap bisa dicarikan solusi, ”kata Kembang. Selain Wabup, Warga Yehembang Kangin juga sempat menyoroti proyek tersebut karena pembebasan tanahnya diniali aneh.

Salah seorang warga Rabu (26/6/19) mengatakan kini kelelawar sudah menguasai wilayah itu. “Disini banyak kelelawar nanti seperti yang dulu di rest area ini menjadi sarang kelelawar,” kata warga yang berjualan di areal Rambut Siwi tersebut. Dari pengamatan kini disejumlah sudut bangunan sudah mulai rusak.


Pengerjaan anjungan cerdas ini rampung lebih cepat dari batas waktu yang ditentukan. Sebelumnya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Jembrana, I Wayan Darwin, mengatakan ACJN belum sepenuhnya diserahkan terimakan oleh pihak pusat ke Pemkab Jembrana. Terkait pelebaran jalan juga memang dilakukan selain untuk tempat parkir juga penanganan banjir yang sering terjadi di jalan tersebut. Rekonstruksi jalan yang dilakukan karena jalan nasional di depan ACJN itu dinilai sempit. Sehingga kini akses lebih luas dan kendaraan bisa lebih leluasa.

Sementara itu dari informasi izin pemanfaatan ACJN Rambut Siwi dari Kementrian PUPR sudah keluar pada bulan Januari lalu. Karena itu, Bupati Jembrana I Putu Artha menghimbau agar OPD terkait mulai melakukan pemanfaatan gedung tersebut sambil menunggu proses serah terima.

Artha juga menyampaikan pesan dari Kementrian PUPR bahwa ACJN harus segera dimanfaatkan tanpa memungut sewa. Artha meminta kepada OPD terkait seperti Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan, Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian Dan Perdagangan, dan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga agar mulai menyiapkan inovasinya untuk pemanfaatan gedung ini.

ACJN Rambut Siwi merupakan proyek Kementrian PUPR, bertujuan sebagai tempat beristirahat bagi pengendara yang melewati jalan nasional sekaligus tempat berwisata yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas. Proyek yang menelan APBN Rp 67 M memiliki sejumlah fungsi yang dimiliki Anjungan Cerdas Jalan Nasional, antara lain informasi, edukasi, ekonomi dan hiburan. (dod/tio)

Exit mobile version