Ada Dugaan Manipulasi Data, PT Bumi Pasir Mandiri Mesti Dijaga Ketat

Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika saat memimpin sidak gabungan komisi ke PT Bumi Pasir Mandiri, Kubu.

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Dewan Karangasem menduga ada manipulasi data  terkait  tonase material pasir milik PT Bumi Pasir Mandiri yang diangkut  menggunakan kapal tongkang  melalui jalur laut, dari wilayah perairan Kubu.

Kecurigaan  Dewan itu  sangat mendasar. Pasalnya dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan gabungan Komisi DPRD Karangasem, Kamis 18 Februari 2021 lalu, Dewan  menemukan kejanggalan terkait  tonase pasir yang tercatat dalam buku besar perusahaan dengan kondisi kapal tongkang  yang sedang sandar  di dermaga dekat perusahaan tersebut.

Sidak gabungan  Komisi  yang dipimpin Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika ke perusahaan tambang (galian C) milik PT Bumi Pasir Mandiri,  dalam upaya mendukung langkah Pemkab Karangasem menekan tingkat kebocoran   di sektor tambang mineral bukan logan dan batuan yang terjadi selama ini.

Selain  Suastika,  sidak gabungan Komisi, juga dihadiri Wakil Ketua satu dan Wakil Ketua  DPRD Karangasem, I Nengah Sumardi dan Made Agus Kertiana, didampingi  anggota Dewan  lainnya seperti, I Wayan Sunarta, I Wayan Pura Arnawa, I Nengah Songkob (Fraksi PDI Perjuangan), I Komang Sartika, I Nyoman Sumadi, I Nyoman Musna Antara, I Komang Mustika Jaya dan I Wayan Dikep (Fraksi Golkar), I Nengah Rinten  dan I Gusti Agung Aryawan (Fraksi NasDem), Ida Bagus Adnyana (Fraksi Gerindra),  serta I Wayan Supartha dan Agung Puspada (Fraksi Bhineka dari Partai Demokrat).

Martin (kiri), salah seorang karyawan PT Bumi Pasir Mandiri  memberikan penjelaskan berkaitan dengan kondisi pengiriman pasir melalui jalur lalu kepada gabungan komisi DPRD Karangasem

Kedatangan rombongan Dewan Karangasem itu,  diterima   salah petugas PT Bumi Pasir Mandiri  bernama Martin. Kendati tidak banyak dapat mengorek data  terkait lalu lintas pengiriman material pasir tersebut, namun  Dewan menemukan kecurigaan  terkait dugaan adanya manipulasi data material  pasir yang dikirim melalui kapal tongkang maupun kecil lainya.

Ketua Komisi III DPRD Karangasem, I Wayan Sunarta dikonfirmasi  Sabtu 20 Februari 2021,  menduga ada kebocoran yang cukup tinggi terkait pengiriman material pasir melalui transportasi laut yang dilakukan PT Bumi Pasir Mandiri. Bukan hanya itu, pihaknya juga menduga ada manipulasi data terkait pengiriman pasir yang tertera dalam buku   milik perusahaan dengan  pasir yang dikirim  dengan menggunakan kapal tongkang.

Dia mencontohkan dalam buku besar tertera pengiriman  pasir sebanyak 2201 ton untuk kapal tongkang dan kapal kecil  dengan kapasitas 1100 ton,  tapi setelah dilakukan penelusuran  kondisi kapal tongkang yang bersandar di dermaga pribadi milik PT Bumi Pasir Mandiri,   Dewan menduga tonase material yang dikirim bisa lebih.

“Untuk ukuran tongkang  yang kita temukan di lokasi  bisa menampung lebih dari 2201 ton.  Kami curiga  PT Bumi Pasir Mandiri membuat pembukuan ganda, ini bisa saja dilakukan untuk menghindari pembayaran pajak  yang lebih tinggi,” kata Sunarta.

Melihat kondisi tersebut, Dewan Karangasem mendesak pihak BPKAD Karangasem untuk melakukan pengawasan lebih ketat lagi, mengingat  pengawasan  ketat sudah dilakukan  di semua Por Portal  galian C yang ada. “Bumi Pasir Mandiri masih rentan dengan kebocoran yang ada, kita harapkan BPKAD harus lebih serius   melakukan pengawasan,” ucap Sunarta.

Memaksimalkan pengawasan tersebut, Dewan juga meminta pihak BPKAD untuk memasang CCTV  online di lokasi. Tujuannya untuk mempermudah melakukan pengawasan terhadap jumlah kapal yang mengangkut pasir dari PT Pasir Bumi Mandiri.

“Saya yakin selama ini BPKAD hanya mendapatkan setoran langsung retribusi dari pembayaran pajak sesuai faktur, tentu ini banyak kebocorannya. Mempermudah pengawasan Bumi Pasir Mandiri harus dipasang CCTV online. Dengan cara seperti ini tingkan kebocoran  juga  akan dapat kita tekan,” tandas Sunarta. (tio/bfn)

 

Exit mobile version