KARANGASEM, Balifactualnews.com – Penutupan sementara Amankila, resort mewah di Desa Manggis, Kecamatan Manggis, mulai 20 Oktober 2026 hingga 19 Januari 2027, berpotensi menggerus penerimaan PAD Karangasem hingga Rp6 miliar.
Angka itu mencuat dalam kunjungan lapangan Pansus I DPRD Karangasem bersama BPKAD, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Satpol PP serta Camat Manggis ke Amankila, Selasa (13/10). Resor tersebut selama ini menjadi salah satu penyumbang pajak pariwisata terbesar di Karangasem.
Wakil Ketua Pansus I DPRD Karangasem I Made Ruspita mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, kontribusi pajak Amankila mencapai sekitar Rp1 miliar hingga Rp2 miliar per bulan. Dengan penghentian operasional selama tiga bulan, potensi penerimaan yang terdampak diperkirakan Rp5 miliar hingga Rp6 miliar.
“Kalau tiga bulan, potensi yang terdampak bisa sekitar Rp5 miliar sampai Rp6 miliar. Sekarang tugas kita bersama bagaimana menutupi potensi yang hilang itu. Hilang Rp6 miliar, pendapatan yang masuk dari potensi lain bisa Rp10 miliar, kan bagus,” ujar Ruspita.
Menurut dia, kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius di tengah upaya Pemkab Karangasem menggenjot PAD. Pansus akan berkoordinasi dengan BPKAD untuk mencari sumber penerimaan lain guna menutup potensi yang terdampak.
“Jangan hanya mengandalkan satu sektor. Potensi pariwisata maupun sektor lainnya harus terus dioptimalkan,” tegasnya.
Kepala BPKAD Karangasem I Nyoman Siki Ngurah mengatakan, pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya memastikan wajib pajak baru, khususnya hotel, restoran dan hiburan, terdata serta memenuhi kewajiban perpajakannya.
Pengawasan juga akan diperketat terhadap kesesuaian transaksi riil dengan laporan pajak yang disampaikan wajib pajak. Langkah ini terutama menyasar kawasan strategis dan hotel-hotel besar.
“Kami akan memastikan transaksi riil yang terjadi di perusahaan itu sesuai dengan yang dilaporkan. Dengan tingkat kepatuhan wajib pajak yang semakin baik, kami berharap potensi penerimaan yang terdampak bisa diimbangi,” kata Siki Ngurah.
Dalam Perubahan APBD 2026, target PAD Karangasem naik sekitar Rp26 miliar, termasuk tambahan penerimaan sektor pajak sekitar Rp12 miliar. Sementara target PBJT sektor hotel, restoran dan hiburan dipatok Rp168 miliar.
Sementara itu, Kepala Bagian Keuangan Amankila I Gusti Nyoman Satria membenarkan penutupan sementara tersebut. Keputusan itu diambil untuk menghindari terganggunya kenyamanan tamu akibat pembangunan 9–11 unit residen di sisi barat hotel.
Proyek pengembangan tersebut diperkirakan setara dengan tambahan sekitar 51 kamar dan ditargetkan rampung pada 2028. Aktivitas konstruksi yang semakin intensif, termasuk potensi kebisingan dari pagi hingga malam, sebelumnya sudah memicu keluhan sejumlah tamu.
“Untuk menghindari dampak yang lebih besar terhadap kenyamanan tamu, kami memutuskan menutup sementara operasional selama tiga bulan,” jelas Satria.
Meski berhenti beroperasi, karyawan Amankila dipastikan tidak dirumahkan. Hak-hak mereka tetap dipenuhi, sementara masa penutupan dimanfaatkan untuk mengambil hak libur dan cuti yang selama ini terakumulasi.
Pihak Amankila juga menyambut kunjungan Pansus I DPRD Karangasem bersama jajaran pemerintah daerah sebagai momentum menjelaskan rencana pengembangan sekaligus dampaknya terhadap penerimaan daerah. (tio/bfn)
