Anggaran Program Atma Kerthi Mulai Menipis

sempat-tertunda-pembayaran-santunan-kematian-kembali-berproses
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Karangasem, I Made Kusuma Negara
banner 120x600

Foto: Kepala Disdukcapil Karangasem, I Made Kusuma Negara
KARANGASEM, Balifactualnews.com – Animo masyarakat Karangasem dalam mengurus akte kematian cukup tinggi. Bahkan hingga bulan Mei tahun ini, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil setempat, mencatat, warga yang mengurus program Atma Kerthi itu mencapai 1.297 orang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kabupaten Karangasem, I Made Kusuma Negara, membenarkan hal itu. Dia mengatakan, antusias masyarakat dalam mengurus akte kematian membuat anggaran yang dimiliki kini sudah mulai menipis.

“Hingga bulan Mei sudah tercatat sebanyak 1.297 pemohon. Artinya, anggaran yang diberikan sudah terpakai sebesar Rp 2,5 miliar lebih, karena masing-masing pemohon kami berikan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta,” terang Kusuma Negara kepada wartawan, Rabu (7/6)

Sekadar diketahui, program Atma Kerthi yang sudah setahun digulirkan Bupati Karangasem I Gede Dana. Tahun ini (2023) program inovasi tersebut dianggarkan dalam APBD Induk sebesar Rp 3,8 miliar. Jumlah anggaran sebesar itu, kini kondisinya menipis, karena pemerintah setempat memberikan penghargaan berupa uang tunai sebesar Rp 2 juta bagi setiap warga (ahli waris) yang mengurus akte kematian keluarganya.

Kusuma Negara, mengatakan, anggaran sebesar Rp 3,8 miliar untuk proyeksi 1.920 orang pemohon. Fakta dilapangan sangat berbeda. Animo masyarakat yang sangat tinggi dalam mengurus kematian keluarganya, membuat anggaran yang tersedia cukup untuk 700 pemohon.

“Masyarakat sangat antusias mengajukan permohonan program Atma Kerthi. Per hari pemohon rata-rata mencapai 18 orang. Anggaran yang tersisa, kemungkinan hanya cukup untuk dua bulan saja. Kalau anggaran yang tersisa habis sebelum waktunya ya kami akan mengajukan anggaran dalam APBD Perubahan nanti,” pungkas Kusuma Negara. (tio/bfn)