BULELENG, Balifactualnews.com – Komisi III DPRD Kabupaten Buleleng menggelar rapat kerja bersama Perumda Swatantra, Perumda Pasar Argha Nayottama, dan PT BPR Bank Buleleng 45 dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Rapat berlangsung di Ruang Gabungan Komisi DPRD Buleleng, pada Selasa (21/7/2026).
Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Buleleng, I Ketut Susila Umbara, S.H., serta dihadiri anggota Komisi III, Direktur Utama Perumda Swatantra, Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama, Direktur Utama PT BPR Bank Buleleng 45, beserta jajaran masing-masing.
Dalam arahannya, Susila Umbara menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan untuk mengetahui pertanggungjawaban keuangan masing-masing perusahaan daerah, kendala yang dihadapi, serta program dan rencana bisnis yang akan dijalankan ke depan.
Direktur Utama PT BPR Bank Buleleng 45, Vevy Indrawati, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya belum dapat memberikan kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Hal tersebut dikarenakan perusahaan masih fokus melakukan penataan neraca keuangan dan penguatan manajemen perusahaan.
Meski demikian, pihaknya optimistis pada tahun 2026 PT BPR Bank Buleleng 45 sudah mampu menyetorkan PAD kepada pemerintah daerah. Optimisme tersebut didukung oleh kondisi keuangan yang semakin membaik serta meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dan kinerja bank.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Swatantra, I Gede Boby Suryanto, S.E., M.M., melaporkan bahwa berdasarkan laporan keuangan tahun 2025 yang telah diaudit, Perumda Swatantra membukukan laba sebesar Rp2.059.552.204 dan telah memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar Rp910 juta.
Sedangkan Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama, I Ketut Mas Angarta Tenaya, menyampaikan bahwa pada tahun 2025 perusahaan berhasil mencatat laba bersih sekitar Rp2 miliar. Namun, perusahaan belum dapat menyetorkan PAD karena masih terbebani biaya penyusutan pembangunan Pasar Banyuasri yang dibebankan kepada Perumda Pasar.
Meski demikian, pihaknya optimistis pada tahun 2026 Perumda Pasar dapat mulai memberikan kontribusi PAD kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng. Bahkan hingga Juni 2026, Perumda Pasar telah merealisasikan setoran sekitar Rp900 juta sesuai target yang telah ditetapkan.
Usai rapat, Ketua Komisi III DPRD Buleleng, I Ketut Susila Umbara, menyampaikan apresiasi kepada seluruh Perumda Kabupaten Buleleng atas upaya yang telah dilakukan dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta mendukung peningkatan pendapatan daerah.
Secara khusus, Komisi III memberikan apresiasi kepada PT BPR Bank Buleleng 45 yang terus menunjukkan perbaikan kinerja setelah sebelumnya menghadapi berbagai persoalan manajemen dan keuangan. Pada laporan keuangan tahun 2025, bank tersebut masih mencatat kerugian lebih dari Rp7 miliar. Namun demikian, tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) berhasil ditekan dari sekitar 34 persen menjadi 14 persen dan ditargetkan turun hingga 9 persen. “Perbaikan yang dilakukan Bank Buleleng 45 patut diapresiasi. Dengan kondisi yang ada saat ini, kami berharap pada tahun 2026 bank sudah mampu memberikan kontribusi positif dan menghasilkan keuntungan,” ujar Susila Umbara.
Komisi III juga mendorong seluruh Perumda untuk terus mengembangkan unit usaha dan memanfaatkan peluang bisnis yang potensial. Perumda Pasar, misalnya, didorong untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang kosong di Pasar Banyuasri melalui pengembangan pusat kuliner atau food court. Sementara Perumda Swatantra didorong untuk memperkuat pengembangan bisnis berbasis potensi pertanian dan perkebunan yang terintegrasi. “Ke depan kami mendorong seluruh Perumda agar terus menyusun dan menjalankan rencana bisnis yang inovatif serta berorientasi pada peningkatan pelayanan dan kontribusi terhadap PAD Kabupaten Buleleng,” pungkasnya. (tya/bfn)













