Utama  

Balai : Air Telaga Waja Mengalir di Kubu Baru Sebatas Uji Coba

KARANGASEM, Balifactualnews.com—Balai Wilayah Sungai Bali Penida (BWSBP) menegaskan, air Telaga Waja yang baru-baru ini sudah mengalir di Desa Tianyar Barat, hanya sebatas uji coba saja. Penegasan itu disampaikan I Wayan Riasa, salah seorang pejabat dari BWSBP, disela-sela kunjungannnya ke Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, bersama Komisi III Provinsi Bali yang dipimpin langsung Ketua DPRD Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Senin (13/7/20).

“Air Telaga Waja yang mengalir di Kecamatan Kubu saat ini hanya sebatas  uji coba, karena masih banyak proyek-proyek pendukung yang belum dikerjakan untuk menyempurnakannya,” ucap Riasa, dihadap Adi Wiryatama dan rombongan Komisi III lainya.

Selain melibatkan pejabat dari Balai, dalam kunjungannya itu Komisi III DPRD Bali juga didampingi Ketua DPRD Karangasem I Gede Dana bersama Wakil Ketua DPRD Karangasem I Nengah Sumardi berserta rombongan lainnya.

“Kunjungan Komisi III DPRD Provinsi Bali ke sini (Karangasem-Red) untuk melihat langsung dan meninjau perkembangan proyek air bersih Telaga Waja yang merupakan salah satu proyek air bersih di Bali dengan sumber anggaran cukup besar dari Pemerintah Pusat,” ucap Adi Wiryatama selaku pimpinan rombongan.

Dalam kunjungannnya itu, Komisi III Provinsi Bali juga mendapatkan aspirasi dari salah satu warga masyarakat Kecamatan Kubu, yang mengeluhkan ganti rugi tanah untuk pembangunan Reservoar yang menjadi tanggungjawab Pemkab Karangasem sampai saat ini belum terbayarkan. Atas pengaduan itu, Dewan Bali berjanji akan segera membahasnya dalam rapat Komisi III nanti.

“Soal pengaduan masyarakat berkaitan ganti rugi tanah Reservoar ini segera akan kita bahas bersama Komisi III yang membidangan hal ini,” ucap Adi Wiryatama dikonfirmasi via telepon, petang tadi.

Ketua DPRD Karangasem, I Gede Dana Dana berharap air Telaga Waja segera bisa dinikmati oleh masyarakat secara menyeluruh, khusunya di Kecamatan Kubu. “Nah untuk anggaran pengadaan lahan bak pelepas tekan, saya akan memperjuangkan melalui Gubernur dan DPRD Provinsi Bali agar distribusi air telaga waja dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, pelaku sejarah sekaligus inisiator proyek air bersih Telaga Waja, Wayan Geredeg menuturkan, proyek mercusuar sepanjang 87 kilometer itu mulai dikerjakan tahun 2006, pada masa kepemimpinannya menjadi Bupati Karangasem periode pertama bersama I Gusti Lanang Rai.

Baca : Gede Dana Gaungkan Semangat Bung Karno di Hari Kelahiran Pancasila

“Ini sebuah perjuangan yang sangat besar. Saat itu saya sebagai Bupati Karangasem dan Pak Gede Dana sebagai Ketua Komisi III DPRD Karangasem yang membidangi Pembangunan dan Infrastruktur,” ucapnya.

Dijelaskan, proyek air bersih Telaga Waja sampai saat ini masih dikerjakan oleh Balai Wilayah Sungai Bali-Penida. Pada Tahun 2014 sebelum mengakhiri masa jabatan periode kedua, Geredeg mengaku pernah meminta kepada Menteri PUPR agar aset air Telaga Waja itu diserahkan ke Kabupaten Karangasem. Hanya saja permintaan Geredeg tersebut belum dikabulkan. Alasannya, proyek air bersih Telaga Waja ini belum tuntas dan membutuhkan anggaran yang besar.

Sementara itu, melihat lokasi proyek yang sangat berat, Geredeg juga mengusulkan agar di bentuk UPT di Provinsi Bali yang biaya operasionalnya dari Pemerintah Pusat dan termasuk juga akan menganggarkan proyek-proyek pendukung atau lanjutannya seperti bak pelepas tekan yang harus dibangun di Kecamatan Bebandem dan Kecamatan Abang yang sampai saat ini belum terlaksana.

“Saya sangat khawatir dengan berita-berita di media sosial yang menganggap proyek air bersih Telaga Waja sudah selesai dan sampai diresmikan. Ini kekeliruan yang sangat besar, sebab ketika air tidak lagi mengalir tentu akan menjadi permasalahan dan keributan di masyarakat khususnya Kecamatan Kubu. Sekali lagi masyarakat Karangasem, khususnya masyarakat Kubu mohon bersabar. Proyek air bersih Telaga Waja merupakan proyek multi years dari pemerintah pusat. Artinya proyek ini akan terus berjalan, sampai benar sempurna bisa mengalir di masyarkat,” tukasnya. (rl/ger/tio/bfn)

Berita lainnya : Gede Dana Bagikan Masker dan Hand Sanitizer di Desa Sibetan

Baca : Tiga Pemuda Pelaku Narkoba Ditangkap,  2 Diantaranya Asal Lombok

 

Exit mobile version