KARANGASEM, Balifactualnews.com – Setelah melalui pembahasan yang cukup alot, Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Karangasem bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) akhirnya sepakat menambah target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 4 miliar dalam rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2026. Kesepakatan ini dicapai dalam rapat ketiga yang berlangsung di Gedung DPRD Karangasem, Kamis lalu.
Dalam rapat tersebut, sempat muncul beberapa usulan, mulai dari penambahan hingga Rp 17 miliar hingga Rp 2,5 miliar. Namun, setelah perhitungan mendalam, TAPD yang dikomandoi Sekda Karangasem I Ketut Sedana Merta bersama Banggar DPRD menetapkan angka Rp 4 miliar sebagai tambahan realistis.
Dengan keputusan ini, target PAD Karangasem dalam rancangan KUA-PPAS 2026 yang sebelumnya naik sekitar Rp 37 miliar, kini bertambah menjadi lebih dari Rp 41 miliar. Sehingga, total target PAD tahun 2026 mencapai Rp 498 miliar lebih. Ketua DPRD Karangasem, I Wayan Suastika, menilai tambahan Rp 4 miliar cukup realistis dan memiliki peluang besar untuk direalisasikan.
“Saya rasa angka Rp 4 miliar ini sudah cukup realistis. Tentu TAPD sudah berhitung dengan teliti sebelum menyepakatinya,” ujar Suastika usai rapat.
Hal senada disampaikan Kepala BPKAD Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah. Menurutnya, optimisme tetap diperlukan agar target PAD bisa tercapai. Ia menekankan pentingnya menggali potensi pendapatan di sektor-sektor yang belum tergarap maksimal, terutama di luar pajak MBLB (Mineral Bukan Logam dan Batuan) yang tidak mengalami kenaikan target.
“Harus optimis. Kita bidik sektor pariwisata dan sektor lainnya yang masih bisa dimaksimalkan,” kata pejabat yang juga mantan Kadis Pertanian itu.
Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data rancangan pendapatan KUA-PPAS 2026, PAD Karangasem awalnya dipasang sebesar Rp 494,18 miliar atau naik Rp 37,89 miliar (8,31 persen) dari target PAD dalam APBD Induk 2025 yang sebesar Rp 456,28 miliar. (tio/bfn)
