KARANGASEM, Balifactualnews–Krisis Vaksin Anti Rabies (VAR) yang dialami Kabupaten Karangasem kini sedikit mulai teratasi, setelah Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali sudah menggelontorkan 2000 vial vaksin untuk gigitan anjing rabies ke kabupaten ujung timur Bali itu.
Bantuan VAR sebanyak itu hanya cukup untuk dua bulan saja dan sekarang bantuan VAR sudah disebar ke seluruh Puskesmas dan RSUD Karangasem.
“Bantuan VAR langsung didistribusikan ke Puskesmas dan RSUD Karangasem karena stok sudah habis sejak Oktober hingga November. Kendati hanya mencukupi untuk persediaan dua bulan saja, bantuan ini cukup membantu ditengah kami (Karangasem) sedang mengalami krisis VAR,” kata Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama, Kamis (23/11/2023).
Mengatasi krisis VAR tersebut, sejatinya Dinas Kesehatan Karangasem telah mengusulkan pengadaan VAR melalui APBD Perubahan sebesar Rp700 juta untuk 3.500 vial VAR. Sayangnya keinginan itu belum bisa terpenuhi, karena sampai sekarang barangnya tidak ada. Stok VAR di pabrik juga tidak ada.
“Pengadaan VAR untuk Karangasem baru bisa dipenuhi awal Desember 2023 mendatang, karena saat ini masih menunggu pembuatan dari pabrik,” jelas Putra Pertama.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah, mengatakan, kasus gigitan anjing rabies di wilayahnya dari Januari hingga pertengahan November tahun ini sebanyak 100 kasus. Sebarannya di delapan Kecamatan di Karangasem. Namun yang terbanyak ada di tiga wilayah kecamatan, yakni Kecamatan Karangasem, Abang dan Kecamatan Bebandem. (tio/bfn)
