Badung  

Bawaslu Badung Apresiasi Sinergitas TNI/Polri Kawal Pemilu 2019

________________________________________________________________________________

BADUNG – Bawaslu Kabupaten Badung Bali, mengapresiasi jerih payah TNI/Polri, khususnya di wilayah setempat karena mengawal Pesta Demokrasi atau Pemilu 2019, berjalan aman, damai dan sejuk tanpa pelanggaran.


Ketua Bawaslu Kabupaten Badung I Ketut Alit Astasoma, SH mengucapkan terima kasih dan  penghargaan serta apresiasi atas kerja keras yang luar biasa dari semua pihak, sehingga Pemilu 2019, yang transparan, bersih, jujur dan demokratis.

“Kita patut bersyukur kepada Tuhan dan semua pihak karena pelaksanaan Pemilu 2019 bisa berjalan aman, damai dan sejuk tanpa ada pelanggaran,” ucap Astasoma, dalam siaran pers yang diterima BFN dari Polres Badung, Rabu (8/5/2019).


Baca : Lupa Ingatan, Ketua Panwaslu Rendang Mengigau NKRI Harga Mati


Saat pelaksanaan pemilihan, masyarakat sangat antusias memberikan hak pilihnya secara Demokratis, pada tanggal 17 April 2019 di Kabupaten Badung khususnya  wilayah hukum Polres Badung.

Tidak hanya itu, Astasoma juga mengucapan terima kasih dan penghargaan terhadap TNI/Polri yang telah mengawal, menjaga dan mengamankan, sehingga situasi Kamtibmas tahapan demi tahapan  selama Pemilu berjalan tanpa ada pelanggaran serta aman dan kondusif.

Tak hanya saat pemungutan suara, lanjut Astasoma, saat tahapan rekapitulasi maupun rapat pleno yang diselenggarakan dimasing-masing kecamatan berjalan aman, tertib dan kondusif serta berlangsung secara transparan dan bersih.

“Mudah-mudahan selama pelaksanaan tahapan Pemilu 2019 sampai proses akhir rekapitulasi di tingkat Kabupaten di seluruh wilayah Kabupaten Badung situasinya kondusif dan sangat transparan serta bersih,” ujarnya.

Astasoma menghimbau masyarakat Kabupaten Badung untuk bersabar menunggu penetapan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengingat pesan tetua kita “getih sebumbung” (kita semua satu darah yakni darah indonesia).

“Mari kita tetap satu dalam suatu perbedaan, jaga kerukunan hidup beragama dengan merawat kebinekaan  serta kesejahteraan berdasarkan Pancasila dan Undang – Undang Dasar 1945,” pungkas Astasoma. (rus/tio)

Exit mobile version