Utama  

Begini Wajah Kawah Gunung Agung Per 13 Mei 2019

________________________________________________________________________________

KARANGASEM — Hampir tepat 12 jam pasca erupsi tanggal 12 Mei 2019 pukul 22.29 WITA, satelit Sentinel 2 milik ESA melintas di atas Bali dan Lombok untuk mengambil data. Elang Erlangga, dari pihak Citra Satelit dalam relisnya melalui WhatsApp group Pasebaya Agung, menyebutkan, kawah Gunung Agung terhitung oleh sistem MIROVA memancarkan radiasi termal sebesar 44 Megawatt (MW) pada pukul 01.10 wita tanggal 13 Mei, beberapa jam setelah erupsi.


Dijelaskan, distribusi area panas yang teramati dari citra SWIR-NIR Sentinel 2, menunjukkan central vent atau kepundan pusat merupakan sumber utama radiasi termal yang terdeteksi MIROVA.

“Area panas di kepundan pusat kemungkinan merupakan lava dengan temperatur relatif tinggi memiliki diameter rata-rata 180 meter,” jelas Elang Erlangga dalam chat WhatsApp nya.


Baca : Begini Wajah Kawah Gunung Agung Direkam Citra Satelit 8 Mei 2019


Dikatakan, area panas ini bisa merupakan interior lava lama yang masih pijar dilontarkan keluar dan merusak kerak lava oleh letusan 13 Mei, atau bisa juga berupa efusi singkat lava baru, menggantikan volume lava pijar lama yang terlontar keluar kawah. Asap vulkanik berwarna putih juga terlihat keluar dari kawah saat citra Sentinel 2 diambil.

“Empat titik panas pinggiran lava yang ada, citra satelit mengamati hanya satu yg masih memancarkan radiasi termal cukup kuat. Tiga lainnya meredup dan hampir hilang pada citra setelah erupsi,” ungkapnya.

Dijelaskan, jangkauan lontaran balistik pijar (VBP) terjauh tidak dapat teramati pada citra. Tutupan awan pada lereng utara mengakibatkan susahnya mengamati dampak lontaran pijar terhadap vegetasi.

Berdasarkan pengamatan dan analisis fotografi berbagai tangkapan layar cctv (Telkom Tulamben dan Kubu Indah Red), serta foto independen, menunjukkan bahwa lontaran pijar terjauh mengarah sekitar 3,6 kilometer ke arah barat laut-utara dengan sudut azimuth dari pusat erupsi kurang lebih 330°.

Sementara itu, berdasarkan beberapa foto yang diambil dari barat daya, lontaran balistik yang mengarah ke barat dan barat daya kurang lebih 1,5 hingga 2 kilometer dari pusat erupsi. Sedangkan untuk arah timur teramati lontaran balistik pijar hanya 1 kilometer dari pusat erupsi.

“Semua lontaran masih berada di dalam radius bahaya 4 kilometer,” jelasnya. (elg/tio)

Exit mobile version