Belum Ada Kasus, Karangasem Perketat Pengawasan Influenza A

belum-ada-kasus-karangasem-perketat-pengawasan-influenza-a
Kepala Dinas Kesehatan Karangasem I Gusti Bagus Putra Pertama

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Belum ditemukan kasus influenza tipe A di Karangasem. Kendati demikian, kewaspadaan mulai diperketat menyusul adanya perhatian dari Kementerian Kesehatan terhadap penyakit tersebut.

Dinas Kesehatan Karangasem meminta seluruh fasilitas kesehatan, mulai klinik, Puskesmas hingga rumah sakit, meningkatkan pemantauan terhadap pasien yang mengalami gejala influenza.

Kepala Dinas Kesehatan Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama, mengatakan pihaknya telah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan sebagai dasar meningkatkan kewaspadaan.

“Kami sudah menerima surat edaran dari Kementerian Kesehatan. Karena itu, kewaspadaan terhadap influenza tipe A terus kami tingkatkan,” ujar Bagus Pertama, Rabu (7/10).

Meski pemantauan diperketat, hingga kini belum ada temuan kasus influenza tipe A di Karangasem. Setiap pasien dengan gejala influenza juga tidak serta-merta dikategorikan terjangkit influenza tipe A. Pemeriksaan dan verifikasi medis tetap diperlukan untuk memastikan jenis penyakitnya.

“Tidak semua gejala influenza langsung bisa disebut influenza tipe A. Karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan dan verifikasi oleh tenaga medis untuk memastikan jenisnya,” tegasnya.

Menurut Bagus Pertama, salah satu hal yang menjadi perhatian dari influenza tipe A adalah karakter penyebarannya yang relatif cepat. Kondisi tersebut perlu diantisipasi terutama pada lingkungan yang memiliki interaksi dan mobilitas tinggi.

“Yang perlu menjadi perhatian adalah pola penyebarannya yang relatif cepat. Jika terjadi di lingkungan sekolah, misalnya, tentu bisa berdampak pada aktivitas belajar secara keseluruhan,” jelasnya.

Di sisi lain, masyarakat diminta tidak panik. Kewaspadaan tetap diperlukan, tetapi tidak dengan membangun kekhawatiran berlebihan.

“Masyarakat tidak perlu panik. Influenza tipe A tidak perlu disikapi secara berlebihan, tetapi kewaspadaan tetap harus dijaga,” ujarnya.

Untuk mencegah penularan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Etika batuk dan bersin juga perlu diperhatikan dengan menutup mulut dan hidung.

“Pencegahan bisa dimulai dari hal sederhana, seperti menerapkan pola hidup bersih dan sehat, rajin mencuci tangan, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” imbuhnya.

Selain langkah pencegahan tersebut, imunisasi influenza dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan. Meski belum masuk program nasional, vaksinasi dapat dilakukan secara mandiri.

“Imunisasi influenza juga bisa menjadi pilihan. Meski belum menjadi program nasional, vaksinasi dapat dilakukan secara mandiri,” katanya.

Bagi masyarakat yang mengalami gejala influenza, istirahat cukup, menjaga asupan makanan dan minuman, serta mengonsumsi makanan bergizi menjadi bagian penting dalam pemulihan. (tio/bfn)

Exit mobile version