Bencana Alam Masih Menghantui Karangasem, Masyarakat harus Waspada

bencana-alam-masih-menghantui-karangasem-masyarakat-harus-waspada
Pohon tumbang masih mendominasi bencana alam yang terjadi selama bulan Januari ini
banner 120x600

KARANGASEM, Bali Factual News–Bencana alam  masih menghantui wilayah Kabupaten Karangasem. Bahkan sejak awal Januari hingga  sekarang  tercatat puluhan bencana.  Selain pohon tumbang dan  tanah longsor, peristiwa kebakaran juga mewarnai bencana yang ada di kabupaten ujung timur Bali itu. 

Tingginya tingkat bencana  tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem  terus menggencarkan imbauan kepada masyarakat  untuk selalu waspada  saat melakukan aktivitas. 

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa. Minggu (21/1/2024), mengatakan,  bulan ini (Januari) peristiwa bencana alam yang  terjadi di wilayahnya cukup banyak. Dari data yang dimiliki, tercatat ada  sebanyak 36  peristiwa bencana  alam tersebar di delapan kecamatan yang ada di Karangasem. 

“Dari semua bencana yang ada tidak sampai mengakibatkan korban jiwa dan korban luka-luka. Puluhan bencana alam yang ada  hanya memunculkan kerugian materiil sebesar Rp 980 juta,” ungkap Arimbawa. 

Arimbawa merinci, 36 peristiwa bencana alam yang ada didominasi  pohon tumbang sebanyak 25 kali, kebakaran 7 kali dan sisanya tanah longsor.   Tingginya angka kebencanaan bulan Januari ini disebabkan Karangasem sering terjadi hujan deras. Selain itu, dalam seminggu terakhir beberapa wilayah di Kabupaten Karangasem dilanda angin kencang. Sehingga menyebabkan banyak pohon bertumbangan.

“Sampai saat ini angin masih berhembus lumayan kencang,  Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati ketika melakukan aktivitas baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Karena pohon tumbang bisa terjadi kapan saja,” imbau Arimbawa.

Arimbawa menambahkan, Minggu kemarin pohon tumbang  juga terjadi di wilayah Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Pohon  tumbang menimpa bangunan rumah milik I Wayan Santawan  hingga menyebabkan bagian atap rumah mengalami kerusakan cukup parah.  Terhadap kejadian ini personil TRC BPBD Karangasem sudah melakukan penanganan. 

“Potensi bencana alam di Kabupaten Karangasem masih cukup tinggi.  Berkaca kebencanaan yang terjadi tahun 2023 lalu,  jumlah bencana yang terjadi mencapai 515 bencana. Selain memunculkan 6 orang meninggal dunia, 6 orang luka berat dan 5 orang luka ringan, bencana alam yang terjadi tahun lalu juga memunculkan kerugian materiil mencapai Rp 3.9 miliar,” pungkas Arimbawa. (tio/bfn)