Badung  

Berawa Beach Arts Festival Dongkrak Kunjungan Wisman ke Badung

________________________________________________________________________________

BADUNG – Berawa Beach Arts Festival (BBAF) 2019 yang diharapkan mampu mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Badung, Bali, akan menyuguhkan seni dan budaya maupun kreatifitas masyarakat Desa Tibubeneng, Kuta Utara, yang akan berlangsung selama empat hari (24-26 Mei 2019).

Ketua Panitia, I Made Dwijantara di Badung, Selasa (21/5/19), menjelaskan, dengan adanya karya seni unik berupa Gurita raksasa sebagai maskot sekaligus panggung Berawa Beach Arts Festival juga akan memecahkan rekor Muri dengan sajian Cak Konser Kolosal 5.555 siswa SMU dan SMK Se-Kabupaten Badung.

“Target kami ada satu signature dengan memecahkan muri dengan tematik panggung terbesar atau karya cipta DI pantai Brawa, Desa Tibubeneng,” ucapnya dimana acara itu turut dihadiri Sekretaris Dinas Pariwisata Badung, AA Yuyun Hanura Eny, Camat Kuta Utara, AA. Arimbawa, serta Direktur Artistik Berawa Beach Art Festival Ketut Putrayasa. Ia mengatakan, festival kesenian masyarakat pesisir yang bertema Pasisi Lango “Deep Blue Spirit” digelar dengan tujuan mengangkat nilai-nilai terutama di Desa Tibubeneng dan sekitarnya di kawasan Kuta Utara.


Pihaknya berusaha membuat terobosan baru dibalik sensasi Muri dengan kategori kolosal( superlatif) yang semakin manjadi ‘latah’ belakangan ini.

“Kami melihat kehidupan nelayan di desa ini telah lama menjadi penyangga konsumsi ikan masyarakat Bali ternyata memiliki kearifan tersendiri,” ujarnya.

Sementara itu, Sekertaris Dispar Badung, Yuyun Hanura Eny memberikan apresiasi luar biasa atas potensi yang ada di Desa Tibubeneng yang juga menjadi cikal bakal inisiator yang menggaas acara ini yang digelar dipesisir pantai.

“Saya berharap masyarakat dan dinas pariwisata bisa menghidupkan pariwisata di Tibubeneng untuk meningkatkan kunjungan wisatawan. Dimaba kegiatan bertaraf internasional dan berbaur dengan pantai yang diminati wisatawan,” katanya.

Ia mengharapkan, dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pemberdayaan masyarakat dan melalui festival bahari ini dapat mengangkat potensi pesisir dan akan dibuka awal Juni 2019.

Made Dwijantara menambahkan, penyelengaraan Berawa6 Beach Art Festival yang mendapat dana sekitar Rp 1,290 milyar dari Pemkab Badung melalui Dinas Pariwisata, diharapkan tidak hanya menjadi ajang kreativitas para seniman, tetapi juga ruang kreativitas kolektif yang melibatkan masyarakat sekitar, seperti halnya pada pelaksanaan BBAF pertama tahun 2018 juga menghadirkan pameran seni rupa seni lukis dan patung, sajian pertunjukan tari tradisi dan kontemporer serta dimeriahkan dengan band-band lokal.

Perlu diketahui, untuk gurita raksasa yang menjadi maskot event di kawasan Pantai Berawa Pura Perancak Desa Tibubeneng, berukuran tinggi sekitar 20 meter dengan panjang 300 meter. Proses pembuatan karya ini memakan waktu selama sekitar satu bulan dengan melibatkan sedikitnya 50 orang per hari.

Disinggung mengenai makna gurita itu sendiri, menurut Direktur Artistik Berawa Beach Art Festival, Ketut Putrayasa, gurita secara artistik mempunyai  bentuk paling berbeda dari biota laut lainnya. Makanya, kita memilih gurita. di samping gurita itu adalah makhluk cerdas, juga ada hubungan dengan pemerintah. Seperti sistemnya sudah menggurita.

“Gurita itu hanya metafora, yang memberikan makna bahwa sebenarnya laut memiliki potensi besar yang perlu diangkat ke depannya,” katanya.

Ia menerangkan, ukuran instalasi gurita itu tingginya 20 meter dengan panjang 300 meter yang membentang di pesisir pantai, dimana bahan yang digunakan berasal dari anyaman bambu karena elastis dan juga dinamis.


“Anyaman bambu ini kita datangkan dari Gianyar. Bahkan kini sudah menghabiskan puluhan ribu bambu,” ucapnya.

Proses pembuatan karya ini pun sudah dari satu bulan lalu. Satu minggu dikerjakan di indoor (di bengkel) dalam pembuatan rangka dan tiga minggu dikerjakan langsung di outdoor atau Pantai Berawa.

“Karya ini sejatinya bisa menjadi wacana global dalam dunia seni rupa. Potensi laut selama ini terlupakan,” ungkapnya.

Dengan datangnya gurita raksasa ke pesisir yang tujuannya untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kelestarian laut, dengan keunikannya itulah yang menjadikan Berawa Beach Arts Festival yang ke 2 tahun ini mengangkat Gurita sebagai simbol untuk merepresentasikan spirit kesadaran dari dalam lautan (Deep Blue Spirit).

Konsep tema Berawa Beach Arts Festival  diterjemahkan ke dalam kehadiran Gurita Raksasa yang memenuhi areal Pura Perancak yang menjadi lokasi pelaksanaan festival. Kehadiran Gurita gigantik pada bagian kepalanya akan menjadi bagian dari panggung utama, tentakel-tentakelnya menjadi bagian dari stand-stand boot festival, area parkir dan lainnya.

Terlebih, gurita yang menjadi brand simbolik dari even Berawa Beach Art Festival sangat melekat dengan kehidupan masyarakat Tibubeneng di pesisir Pantai Berawa, dimana binatang laut ini dapat diolah menjadi hidangan lezat seperti lawar, sate dan sebagainya. (rus/tio)

Exit mobile version