Berburu BBM, Berpindah SPBU, Berujung Kecewa

berburu-bbm-berpindah-spbu-berujung-kecewa
Sejumlah kendaraan mengantre panjang di salah satu SPBU di Karangasem, Selasa (13/10). Antrean terjadi akibat terbatasnya pasokan BBM, bahkan sebagian kendaraan harus mengular hingga ke badan jalan.

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Lebih dari 30 menit Wayan Selamat berdiri dalam antrean. Mesin kendaraan masih menyala, barisan kendaraan di depannya bergerak perlahan. Harapannya sederhana: sampai di dispenser, mengisi BBM, lalu pulang.
Namun harapan itu kandas beberapa meter sebelum gilirannya tiba.

“Sudah antre lebih dari 30 menit, pas mau giliran saya katanya sudah habis,” keluh Wayan, Selasa (13/10).

Hari itu, Wayan seperti sedang berburu sesuatu yang semakin sulit ditemukan. Sebelumnya, ia sudah mendatangi SPBU Abiansoan, Bebandem. Namun stok BBM di lokasi tersebut telah habis.

Ia kemudian bergegas mencari SPBU lain. Bukannya menemukan antrean yang lebih pendek, Wayan justru kembali berhadapan dengan barisan kendaraan yang mengular.

Antrean panjang menjadi pemandangan di sejumlah SPBU di Karangasem. Kendaraan roda dua dan roda empat berdesakan, sebagian bahkan harus menunggu hingga ke badan jalan.

Di tengah antrean, harapan dan kecemasan datang bersamaan. Harapan muncul ketika mendengar kabar ada SPBU yang masih memiliki stok. Namun kecemasan muncul karena stok tersebut bisa saja habis sebelum giliran tiba.

“Katanya di SPBU Subagan ada, saya coba ke sana dulu. Semoga belum habis,” ujar Wayan Selamat.

Wayan Selamat bukan satu-satunya warga yang mengalami nasib serupa. Sejumlah pengendara terpaksa berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya. Mereka memburu BBM yang tersedia, meski harus kembali menukar waktu dengan antrean panjang.

Di beberapa SPBU, stok bahkan masih kosong karena belum mendapat pasokan. Begitu BBM datang, kendaraan langsung berdatangan. Antrean pun kembali memanjang.

Situasi ini membuat warga berharap persoalan pasokan segera mendapat jalan keluar. Bagi masyarakat, BBM bukan sekadar urusan mengisi tangki kendaraan. Ada pekerjaan yang harus dituju, anak yang harus diantar, barang yang harus dikirim, hingga aktivitas sehari-hari yang tak bisa berhenti.

“Semoga cepat ada solusi dan pasokan BBM kembali normal,” harap Ketut Sarni saat ditemui di SPBU Subagan.

Kelangkaan BBM belakangan juga terjadi di sejumlah wilayah Bali. Antrean kendaraan bahkan meluber ke jalan raya dan menambah beban lalu lintas.

Di tengah situasi tersebut, warga hanya berharap satu hal: ketika datang ke SPBU, mereka cukup mengantre sekali dan pulang membawa BBM. Bukan berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya sambil berharap stok belum lebih dulu habis. (tio/bfn)

Exit mobile version