KARANGASEM, Balifactualnews.com – Perjuangan meningkatkan kualitas pendidikan di Karangasem terus digenjot Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Gus Par). Tak hanya menata dari daerah, kebutuhan sekolah juga diperjuangkan hingga ke tingkat pemerintah pusat.
Hasilnya, dari 99 sekolah yang diusulkan untuk direvitalisasi, sebanyak 64 sekolah telah disetujui oleh Kementerian Pendidikan, dengan dukungan anggaran lebih dari Rp32 miliar. Sedangkan 35 sekolah lainnya masih dalam proses verifikasi.
Kepastian itu diketahui setelah Bupati Gus Par melakukan audiensi ke Kementerian Pendidikan, Kamis (20/8), diterima Setjen Kementerian Pendidikan PAUD, Pendidikan Dasar dan Menengah, DR Eko, Susanto. Sedangkan dalam audiensi itu Bupati Gus Par Didampingi Kepala Bappeda, I Gusti Bagus Widiantara dan Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga, I Gusti Bagus Budiadnyana.
Gus Par mengatakan, perhatian terhadap sektor pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia Karangasem. Menurutnya, sekolah yang layak merupakan salah satu fondasi utama agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan meraih masa depan yang lebih baik.
“Kita tidak ingin kebutuhan pendidikan Karangasem berhenti di tingkat daerah. Kita perjuangkan sampai ke pusat agar sekolah-sekolah kita mendapatkan perhatian dan dukungan anggaran yang memadai,” tegas Gus Par saat dikonfirmasi, Minggu (23/8).
Menurut Gus Par, revitalisasi sekolah tidak boleh dipandang sebatas pembangunan atau perbaikan fisik gedung. Lebih dari itu, program tersebut menyangkut kualitas lingkungan belajar dan masa depan peserta didik.
“Revitalisasi ini bukan hanya soal memperbaiki bangunan sekolah. Yang paling penting adalah memastikan anak-anak kita mendapatkan tempat belajar yang layak, aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menambahkan, perjuangan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pendidikan tidak berhenti pada program revitalisasi. Karangasem juga mendapat prioritas dalam pengembangan Sekolah Nasional Terintegrasi.
Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi generasi muda Karangasem. Dengan dukungan pemerintah pusat dan sinergi berbagai pihak, pembangunan pendidikan diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang.
Gus Par menegaskan, investasi terbesar dalam pembangunan daerah adalah investasi terhadap manusia. Infrastruktur yang baik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kalau pendidikan kita kuat, maka sumber daya manusia Karangasem juga akan semakin kuat. Karena itu, pendidikan harus terus kita perjuangkan,” tegasnya. (tio/bfn)













