Bupati Karangasem Soroti Alih Fungsi Lahan dalam Musrenbang Selat, Minta Pembangunan Tetap Jaga Lingkungan

bupati-karangasem-soroti-alih-fungsi-lahan-dalam-musrenbang-selat-minta-pembangunan-tetap-jaga-lingkungan
Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata dan Wabup Pandu Prapanca Lagosa

KARANGASEM, Balifactualnews.com – Alih fungsi lahan menjadi salah satu isu utama yang mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD 2026 Kecamatan Selat yang berlangsung di Kabupaten Karangasem, Rabu (4/3/2026). Pemerintah daerah menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Bupati Karangasem, I Gusti Putu Parwata, mengingatkan agar perkembangan sektor pariwisata yang mulai tumbuh di wilayah Kecamatan Selat tidak mengorbankan lahan pertanian produktif maupun kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Gus Par menyoroti meningkatnya tren perubahan fungsi lahan seiring masuknya investasi di sektor pariwisata. Menurutnya, investasi dan pembangunan memang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, namun pelaksanaannya harus tetap mengacu pada aturan yang berlaku serta memperhatikan kepentingan masyarakat setempat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak akan memberikan izin terhadap investasi yang berpotensi menimbulkan konflik sosial maupun merugikan warga di sekitar lokasi pembangunan.

“Investor boleh masuk, tetapi jangan sampai menimbulkan persoalan di masyarakat. Jika ditemukan masalah di lapangan, izin tidak akan kami keluarkan,” tegas Gus Par.

Selain menyoroti persoalan tata ruang, Bupati juga meminta agar seluruh program pembangunan yang diusulkan melalui Musrenbang benar-benar berorientasi pada kebutuhan dasar masyarakat. Ia menilai sektor pendidikan dan pertanian harus mendapat perhatian lebih dibandingkan pembangunan yang bersifat pelengkap.

Menurutnya, perbaikan fasilitas pendidikan yang rusak memiliki urgensi lebih tinggi karena berkaitan langsung dengan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

“Perbaikan ruang kelas yang rusak tentu lebih penting daripada membangun taman atau tembok. Jika anggaran tersedia dan siap dilaksanakan, segera kerjakan. Namun jika belum memungkinkan, lebih baik ditunda,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Par juga menyinggung sejumlah persoalan lain yang masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Di antaranya pengelolaan sampah yang belum optimal, kerusakan jalan akibat aktivitas pertambangan, hingga penanganan kawasan rawan bencana yang membutuhkan langkah nyata dan terukur.

Sementara itu, Camat Selat, I Gusti Ngurah Dyumatsna, melaporkan bahwa Musrenbang tahun ini menghasilkan sebanyak 97 usulan pembangunan yang berasal dari berbagai desa di wilayah Kecamatan Selat.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 21 usulan berada pada sektor perekonomian dan sumber daya alam, 38 usulan di bidang pemerintahan dan pembangunan manusia, serta 38 usulan lainnya pada sektor infrastruktur dan kewilayahan.

Menurut Dyumatsna, forum Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyepakati berbagai program prioritas yang akan diperjuangkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

“Musrenbang ini menjadi forum untuk menyelaraskan kebutuhan masyarakat sekaligus menentukan prioritas pembangunan yang akan diusulkan pada tingkat kabupaten,” jelasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, Sekretaris Daerah I Ketut Sedana Merta, Ketua DPRD Karangasem I Wayan Suastika, anggota DPRD Ni Komang Indah Molu Juliani, serta seluruh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Kehadiran para pimpinan OPD diharapkan dapat mempercepat proses kajian terhadap berbagai usulan yang disampaikan masyarakat sehingga program-program prioritas dapat segera ditindaklanjuti dalam perencanaan pembangunan Kabupaten Karangasem mendatang. (ger/bfn)

Exit mobile version