Utama  

Demo di Masa Tenang, 20 Mahasiswa Papua Barat Diamankan

________________________________________________________________________________

DENPASAR — Sebanyak 20 orang pemuda yang mengaku dari aliansi mahasiswa Papua Barat melakukan aksi demonstrasi di Lapangan Renon Denpasar, senin (15/4/2019) pagi tadi.

Dalam aksinya, sambil membawa spanduk bertuliskan “para tolak Pilpres 2019 dan berikan hak penentuan nasib sendiri sebagai solusi demokratis bagi rakyat Papua Barat” itu, mereka mengajak masyarakat untuk tidak memilih Pilpres atau golput. Buntut dari aksinya di masa tenang itu, mereka semua diamankan jajaran Polresta Denpasar, untuk diitrogasi lebih lanjut.

“Mereka sudah kita amankan karena telah membuat kegaduhan di masa tenang Pemilu,” ucap Kapolresta Denpasar, Kombes Pol. Ruddi Setiawan.

Sebelum diamankan, lanjut dia, pihaknya sudah mengingatkan kepada koordinator aksi agar tidak melakukan aksi tersebut. Peringatan tersebut tidak digubris, malah sebaliknya pelaku aksi membuat gaduh dan mengajak masyarakat untuk tidak memilih. Aksinya itu membuat petugas bergerak, ke 20 peserta aksi itu dinaikkan ke dalam truk lalu dibawa ke Mapolresta Denpasar. Hingga berita ini ditulis. ini, polisi masih menyelidiki motif aliansi mahasiswa Papua Barat melakukan aksi golput di Renon itu.

“Masyarakat Bali yang cinta damai. Namun dengan kedatangan mereka melakukan aksi ini bahwa tidak ingin adanya kedamaian. Saya langsung amankan dan kita langsung penyelidikan di Polresta Denpasar,” ujad Ruddi.

Menurut Ruddi, para pendemo ini dalam menyampaikan aspirasinya harus ada surat kepada kepolisian kalau ingin melakukan demo, apalagi demo tersebut provokatif mengajak masyarakat untuk tidak datang ke TPS.

“Saya sempat tanya kepada mereka dari mana, mereka hanya mengatakan saya dari Papua dan bukan Indonesia. Sehingga saya melakukan upaya tegas untuk menjaga NKRI ini, agar Indonesia tidak terpecah belah,” katanya.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman atas identitas pendemo yang mengaku dari Universitas Negeri di Bali ini.

“Mereka tidak memiliki izin untuk melakukan aksi demo dari kepolisian. Saya sudah sampaikan ini masa tenang jelang Pilpres, jadi saya sudah mengingatkan mereka untuk tidak melakukan aksi ini, tapi mereka tetap memaksa, sehingga saya perintahkan amankan semuanya dan bawa ke Polresta Denpasar,” ujarnya. (rus/tio)

Exit mobile version