drh. Ari Susanta, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem
KARANGASEM—Kabupaten Karangasem menjadi yang tertinggi dalam kasus gigitan anjing rabies. Data yang ada, sampai saat ini ditemukan 11 kasus anjing positif rabies yang sudah menggigitt warga.
Kabit Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Karangasem, drh. I Made Ari Susanta, dikonfirmasi Rabu (27/2/2019) membenarkan. Dia mengatakan, anjing positif Rabies tersebut sudah dieliminasi oleh petugas.
“Anjing-anjing itu sudah kita eliminir ,” katanya
Menurutnya, pihaknya dengan tim sudah berupaya melakukan penanggulangan, agar kasus penyebaran rabies tidak terus berkembang. Caranya, edukasi atau sosialisasi ke masyarakat tentang bahaya rabies, dan tata cara menghindari agar anjing tidak menyebarkan rabies juga sudah dilakukan.
“Yang terpenting dari penanganan ini adalah , adanya partisipasi aktif dari masyarakat kalangan pemelihara anjing. Jangan sampai anjing dibiarkan liar, dan tanpa dilakukan perawatan kesehatannya,” ucap Ari Susanta.
Pemilik atau pemelihara anjing baik anjing lokal atau pun ras, kata Susanta, hendaknya memelihara hewan peliharaannya dengan baik. Memelihara anjing sebaiknya diikat, sehingga tidak membuat masalah di lingkungan masyarakat. Selain itu, rutin harus diperiksakan kesehatannya atau divaksinasi. “Selama ini dan seterusnya kita sudah menjadualkan vaksinasi ke desa-desa, tinggal bagaimana partisipasi pemilik anjing agar selain aktif memelihara hewan peliharaannya dengan baik, juga saat ada jadwal vaksinasi di satu desa pemilik anjing aktif dan mempersiapkan anjingnya yang perlu di vaksinasi,” jelasnya. (dan)