KARANGASEM, Balifactualnews.com– Ada yang aneh dari kelanjutan pembangunan proyek gedung mall pelayanan publik (MPP) dan wantilan kebudayaan di jalan Veteran, Kelurahan Padangkerta, Karangasem. Proyek yang menyerap anggaran dari bantuan keuangan khusus (BKK) Provinsi Bali itu direncanakan akan dikerjakan melalui penunjukan langsung (PL).
Proyek tersebut dikerjakan sejak tahun 2023. Namun dalam perjalanan proyek tersebut diputus kontrak, karena dana BKK tersebut tidak bisa dicairkan akibat Pemprov Bali mengalami defisit anggaran. Selain MPP, dua proyek strategis yang mengalami putus kontrak, yakni proyek wantilan kebudayaan dan proyek krematorium di Kecamatan Abang.
Terhadap pengerjaan proyek lanjutan ini, Dinas PUPR Karangasem rencananya akan melakukan tender ulang. Hanya saja tender ulang hanya berlaku pada proyek krematorium, sedangkan lanjutan pengerjaan proyek MPP dan wantilan kebudayaan akan dilakukan penunjukan langsung (PL).
Dinas PUPR berdalih, Penunjukan langsung pada pengerjaan lanjutan proyek MPP dan wantilan kebudayaan senilai Rp 7,5 miliar karena konstruksinya merupakan satu kesatuan.
“Kelanjutan pembangunan gedung MPP dan wantilan kebudayaan rencananya akan di PL kan, karena konstruksinya menjadi satu kesatuan. LKPP juga membolehkan untuk penunjukan langsung, tapi untuk memutuskannya, kami akan mengundang pendamping dari kejaksaan, Irda dan Bagian Hukum,” kata Kadis PUPR Karangasem Weda Smara, kepada wartawan, Senin (1/4/2024 ).
Weda Smara, mengaku sempat khawatir akan keberlanjutan pembangunan tiga proyek strategis tersebut. Namun kekhawatirannya itu kini sirnah, menyusul Pemprov Bali memberikan lampu hijau dana BKK yang sebelumnya ditunda, akhirnya akan direalisasikan pada tahun 2024 ini.
Sebelumnya proyek tersebut terpaksa dihentikan dan terjadi putus kontrak dengan pengerjaan baru sekitar 30 persen. Pada tahun 2024 ini, pengerjaan proyek tersebut akan dilaksanakan hingga rampung. Kelanjutan pembangunan gedung MPP dan wantilan kebudayaan mendapatkan anggaran sekitar Rp 7,5 Miliar, sedangkan proyek Krematorium mendapat anggaran Rp 5,6 Miliar.
“Tahun ini, tiga proyek strategis yang bersumber dari dana BKK Provinsi Bali akan dilanjutkan. Sekarang kami masih menunggu SK ditandatangani PJ Gubernur Bali. Info terakhir SK tersebut sudah ada di Biro Hukum,” pungkasnya. (ger/bfn)
