KARANGASEM, Balifactualnews.com—Rumah permanen milik I Nyoman Marya (52), warga Banjar Kayu Wit, Desa Seraya Tengah, Kecamatan Karangasem, hangus terbakar, Rabu (3/5/2023) malam.
Informasi yang dihimpun Kamis (4/5/2023) menyebutkan kebakaran tersebut diduga dipicu karena korban lupa memadamkan api dupa usai sembahyang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, kendati demikian musibah tersebut membuat korban menderita kerugian materiil puluhan juta.
Kobaran api sudah membesar dan dengan cepat melahap seisi rumah. Warga sempat meminta bantuan. Tapi jarak rumah yang jauh dan medannya sangat sulit membuat penanganan tidak bisa maksimal.
Perbekel Seraya Tengah, Wayan Dandri, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 wita. Saat kebakaran rumah dalam kondisi kosong tak berpenghuni. Usai sembahyang di rumahnya, korban melanjutkan sembahyang ke Pura Dadia. “ Sebelum sembahyang ke Pura Dadia, korban sempat sembahyang di plangkiran kamar tidurnya dengan dupa masih menyala,” terang Dandri
Dandri menduga, api dupa yang masih menyala kemungkinan jatuh dan mengenai benda mudah terbakar. Sehingga menyebabkan kebakaran. Warga yang melihat kobaran api sempat meminta bantuan untuk memadamkan. Sayang proses pemadaman tidak maksimal lantaran menggunakan peralatan seadanya.
“Peralatan yang digunakan untuk memadamkan api seadanya. Pasokan air juga sangat terbatas. Saya sudah laporkan musibah ini ke Kantor Dinas Pemadam Kebakaran untuk melakukan penanganan BPBD Karangasem menyalurkan bantuan berupa terpal, matras, serta sembako,” terang Dandri.
Terhadap kebakaran yang menimpa warga Seraya Tengah itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Karangasem, Made Agus Budidaya, meminta masyarakat waspada serta berhati – hati. Mengingat kebakaran di wilayahnya terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Tahun 2022, kasus kebakaran di Kabupaten Karangasem mencapai ratusan kasus tersebar di semua kecamatan. Kasusnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Terbanyak Kecamatan Kubu dan Abang,”pungkasnya. (tio/bfn)
